Konferensi Pers BRS Bulan Juli 2024: Pj. Gubernur Adhy Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Jatim

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono (kiri) bersama Kepala BPS Jatim Zulkipli saat Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) Bulan Juli 2024 di kantor BPS Jatim, Senin (01/07/2024). Foto: Tangkapan Layar YT BPS Prov Jatim.

M-RADARNEWS.COM, JATIMPenjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengapresiasi capaian yang disampaikan Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), dimana angka penduduk miskin mengalami penurunan 0,56 persen, sehingga menjadi 9,79 persen pada periode Maret 2024.

Jika dikonversi menjadi jumlah individu, penduduk miskin Jatim sebanyak 3,983 juta orang atau menurun 0,206 juta orang dibanding periode yang sama di 2023.

Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, rata-rata rumah tangga miskin di Jawa Timur memiliki 4,24 orang anggota rumah tangga pada Maret 2024.

“Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2023–Maret 2024, jumlah penduduk miskin perkotaan turun 61 ribu orang, sedangkan di perdesaan turun sebesar 145 ribu orang,” kata Zulkipli dalam Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) Bulan Juli 2024, di kantor BPS Jatim, Senin (01/07/2024).

Selanjutnya, BPS juga mencatat garis kemiskinan di Jatim pada Maret 2024 menghasilkan pendapatan sebesar Rp536.122 per kapita per bulan. Komposisi perhitungannya menggunakan Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp408.011 dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp128.111.

Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di Jatim memiliki 4,24 orang anggota rumah tangga. “Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.273.157, per rumah tangga miskin atau bulan,” ujarnya.

Menurut Pj. Gubernur Jatim, ada beberapa cara atau strategi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Pertama adalah memasifkan program bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat miskin meliputi Program Keluarga Harapan (PKH).

Kemudian memaksimalkan bantuan pemerintah pusat pada sektor pendidikan serta kesehatan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Percepatan penanganan kemiskinan salah satunya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Program kita adalah mempertahankan kondisi sosial ekonomi berjalan dengan baik,” ucap Pj. Gubernur Adhy usai menghadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) Bulan Juli 2024.

Strategi kedua adalah membuka lapangan pekerjaan agar masyarakat garis miskin sesuai indikator BPS bisa mendapatkan penghasilan ideal. Lapangan pekerjaan itu, lanjut Adhy, difokuskan untuk masyarakat rentan. Seperti orang lanjut lansia (lansia) dan disabilitas.

“Pemberian pemberdayaan ekonomi. Kewirausahaan, akses modal. Kemudian kalau ada dana bergulir kita subsidi bentuk kreditnya,” ungkapnya.

Pj. Gubernur Adhy juga menjelaskan cara lain menurunkan angka kemiskinan adalah mengurangi kantong-kantong kemiskinan. Salah satu indikator menurunkan angka kemiskinan adalah mengurangi kawasan pemukiman kumuh.

“Berikutnya adalah mengurangi kantong kemiskinan. Karena salah satu indikator adalah lingkungan dan perumahan. Bagaimana kita menyelesaikan dari indikator rumahnya,” pungkasnya. (red/*)

Tutup