Per 13 April 2022: Angka Kesembuhan Harian Tambah 3.022, Jumlah Kumulatif Capai 5,8 Juta Orang
JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),- Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 13 April 2022 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 3.022 orang terdiri 2.095 transmisi lokal dan 117 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.814.688 orang (96,3 persen).
Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, berkurang 1.500 kasus sehingga kumulatifnya 66.475 kasus (1,1 persen). Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah 1.551 kasus terdiri 1.519 transmisi lokal dan 32 PPLN. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 6.036.909 kasus.
Sementara, pasien meninggal bertambah 29 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya mencapai 155.746 kasus (2,6 persen). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 140.017 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 4.758 kasus.
Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 55.216 dengan totalnya melebihi 197 juta atau 197.715.552 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 170.872 orang dengan totalnya melebihi 161 juta atau tepatnya 161.932.505 orang. Serta vaksinasi ke-3 bertambah 439.525 dengan totalnya melebihi 28 juta atau 28.400.442 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.
Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, angka kesembuhan harian bertambah dari 30 provinsi. Terdapat 5 provinsi dengan angka harian tertinggi diantaranya, Jawa Barat 1.165 orang terdiri 1.159 transmisi lokal dan 6 PPLN dengan kumulatifnya 1.072.327 orang, diikuti DKI Jakarta 532 orang terdiri 468 transmisi lokal dan 64 PPLN dengan kumulatifnya 1.224.807 orang, Jawa Tengah 225 orang dengan kumulatifnya 581.487 orang, Banten 178 orang terdiri 133 transmisi lokal dan 45 PPLN dengan kumulatifnya 186.732 orang, serta Lampung 171 orang dengan kumulatifnya 62.325 orang.
Lalu, pada kasus terkonfirmasi positif harian bertambah dari 34 provinsi. Terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Diantaranya DKI Jakarta 699 kasus terdiri 669 transmisi lokal dan 30 PPLN dengan kumulatifnya 1.244.883 kasus, diikuti Jawa Barat 239 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 1.103.434 kasus, Banten 124 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 291.453 kasus, Jawa Tengah 89 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 626.087 kasus, serta Jawa Timur 85 kasus terdiri 105 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 574.814 kasus.
Disamping itu, hari ini 10 provinsi bertambah kematian dari kasus transmisi lokal. Kasus harian tertinggi 10 kasus di Jawa Tengah dengan kumulatifnya 32.923 kasus. Diikuti 4 kasus Jawa Timur dengan kumulatifnya 31.534 kasus. Lalu, 3 kasus masing-masing di DKI Jakarta dengan kumulatifnya 15.221 kasus. Sementara 2 kasus masing-masing di 5 provinsi yakni Aceh, Riau, DI Yogyakarta, Banten dan Kalimantan Timur. Serta 1 kasus masing-masing di Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 93.593.555 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 11.555.205 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 80.358.015 spesimen. Positivity rate spesimen (NAAT dan Antigen) harian di angka 1,73 persen dan positivity rate spesimen mingguan (3 – 9 April 2022) di angka 2,83 persen. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 17 spesimen.
Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 97.749 orang dan kumulatifnya 61.555.419 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 55.518.510 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 96.198 orang. Sementara positivity rate (NAAT dan Antigen) orang harian di angka 1,59 persen dan positivity rate orang mingguan (3- 9 April 2022) di angka 2,37 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.
Sumber : Tim Komunikasi KPCPEN








