TPS3R Karetan Berkapasitas 160 Ton Per Hari Ditargetkan Siap Beroperasi September 2026
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, terus dipercepat. Hingga awal Maret, progres konstruksi fasilitas berkapasitas 160 ton per hari itu telah mencapai 40,95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, percepatan pembangunan menjadi prioritas mengingat urgensi pengendalian sampah di daerah. “Progres konstruksi sudah 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan pada 27 Februari 2026 lalu.
TPS 3R Karetan merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan korporasi Borealis melalui inisiatif pengelolaan sampah Project STOP.
Pembangunan fasilitas ini bertujuan memperkuat sistem pemilahan dan pengolahan sampah, terutama plastik, untuk menekan volume sampah yang mencemari lingkungan.
Dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare, TPS 3R Karetan akan melayani pengolahan sampah dari 38 desa di enam kecamatan: Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo.
Kapasitasnya diperkirakan mampu menangani sampah yang dihasilkan 362 ribu penduduk atau setara 100 ribu rumah tangga per hari. Jangkauan layanan TPS juga memungkinkan diperluas ke lima kecamatan tambahan.
Bupati Ipuk berharap, fasilitas ini tidak hanya menyelesaikan persoalan persampahan, tetapi juga memutar roda ekonomi lokal. “Dengan kapasitas besar, TPS ini berpotensi menyerap banyak tenaga kerja. Warga sekitar bisa ikut merasakan manfaatnya,” katanya.
Sementara itu, Waste Operation Lead Banyuwangi Hijau, Yudi Wahyudi memastikan pembangunan masih sesuai jadwal. “Cut and fill sudah selesai. Saat ini kami fokus pada pembangunan hanggar, kantor, dan workshop. Target penyelesaian minggu kedua September 2026. Setelah itu bisa langsung diserahkan ke Pemda untuk segera beroperasi,” jelasnya.
Menurut Yudi, TPS3R Karetan akan dilengkapi fasilitas lengkap untuk pemilahan sampah daur ulang, organik, hingga residu yang nantinya akan ditangani lebih lanjut di luar lokasi.
Selain TPS3R Karetan, program Banyuwangi Hijau juga mengembangkan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) masing-masing di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi dan Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Pembangunan dua SPA tersebut mendapat dukungan dari organisasi nirlaba global Clean Rivers sebagai bagian dari fase ketiga program. Masing-masing akan berkapasitas 50 ton sampah per hari. (by/*)








