BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia Berakhir Oktober, Dipengaruhi El Nino Kuat

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia Berakhir Oktober, Dipengaruhi El Nino Kuat

M-Radar News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berakhir pada Oktober mendatang. Prediksi ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang menghantui sebagian besar wilayah Indonesia hingga awal tahun 2027.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh kombinasi El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia.

Dampaknya, sebagian besar daerah mengalami peningkatan kekeringan yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor seperti pertanian, sumber daya air, dan energi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, bahwa pada pertengahan Juli 2026, indeks Nino 3.4 mencapai 1,56, menandakan El Nino dengan kategori kuat.

Sementara suhu permukaan laut di Samudra Hindia yang berada pada angka negatif menunjukkan peluang fenomena IOD positif yang turut memperparah kondisi kemarau.

Secara umum, puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September, dengan mayoritas wilayah mencapai puncaknya pada Agustus.

BMKG mencatat pada akhir Juli 2026 sebanyak 516 Zona Musim (ZOM) atau 73,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah terdampak meliputi sebagian besar Sumatra bagian tengah, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

El Nino yang berlangsung hingga awal 2027, diperkirakan akan memperpanjang durasi musim kemarau dan memperparah kondisi kekeringan. Hal ini menimbulkan risiko serius terhadap ketersediaan air, produksi pangan, dan potensi kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

BMKG juga mengingatkan, bahwa meskipun El Nino masih bertahan, dampak utamanya terhadap Indonesia terutama terjadi selama periode musim kemarau hingga pertengahan Oktober.

Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini guna mengurangi dampak kekeringan dan menjaga ketahanan pangan serta air.

Berikut perkiraan durasi musim kemarau 2026 berdasarkan data BMKG per Juni 2026:

Wilayah Perkiraan Durasi Musim Kemarau
Sumatera 3-28 dasarian (30-280 hari)
Jawa 11-30 dasarian (110-300 hari)

Selain bencana kekeringan, fenomena cuaca ini juga berpotensi memicu gangguan lain seperti tanah longsor di beberapa wilayah akibat perubahan pola cuaca ekstrem.

Dengan kondisi ini, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan serta dampak yang menyertainya. Mitigasi yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan pangan dan ketersediaan air bersih di seluruh Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup