Kabut Asap Karhutla Kalimantan Masuk Sarawak, Malaysia Minta ASEAN Bertindak

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Masuk Sarawak, Malaysia Minta ASEAN Bertindak. Foto: istimewa

M-Radar News, Kuala Lumpur – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara memburuk hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemerintah Malaysia pun meningkatkan kewaspadaan dan meminta negara-negara ASEAN segera memperkuat langkah bersama untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas.

Sejumlah wilayah di Sarawak dan Melaka dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan Indeks Polutan Udara (API).

Serian menjadi salah satu wilayah dengan kualitas udara terburuk dengan API mencapai 190. Kondisi serupa juga terjadi di Kuching, Samarahan, dan sejumlah kawasan lainnya.

Dampak kabut asap turut dirasakan di wilayah perbatasan seperti Tebedu. Sejumlah sekolah bahkan diliburkan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan udara yang tercemar.

Malaysia Soroti Kabut Asap Lintas Batas

Malaysia menegaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan kawasan ASEAN bebas kabut asap pada 2030, melalui pelaksanaan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP).

Mengkutib dari kompas, Minggu (23/8/2026). Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup telah menyampaikan keprihatinan terkait kondisi tersebut kepada Sekretaris Jenderal ASEAN.

Kondisi cuaca kering yang berlangsung cukup lama dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran. Terlebih, fenomena El Nino yang diperkirakan menguat dalam beberapa bulan mendatang berpotensi memperburuk situasi.

Indonesia Kerahkan Personel dan Helikopter

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Abdullah Zulkifli menyebut, kabut asap yang mencapai Sarawak merupakan akumulasi dari kebakaran di sejumlah wilayah.

Selain Kalimantan Barat, kebakaran juga terjadi di Kalimantan Tengah. Pada saat yang sama, titik api turut ditemukan di wilayah Sarawak.

Pemerintah Indonesia, telah melakukan berbagai upaya penanganan karhutla sejak Juni 2026. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain pengerahan personel, penggunaan helikopter, penyemaian awan, hingga operasi water bombing untuk memadamkan titik api.

Peningkatan titik panas di Kalimantan dan memburuknya kualitas udara di wilayah Malaysia menjadi perhatian media internasional. Kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Indonesia terus memprioritaskan penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Malaysia berharap negara-negara ASEAN dapat memperkuat koordinasi dan langkah pencegahan guna mengantisipasi terulangnya persoalan kabut asap lintas batas.

Kerja sama regional dinilai penting untuk menjaga kualitas udara, melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan target ASEAN bebas kabut asap dapat diwujudkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup