Mendikti Bentuk Tim Investigasi Telusuri Paper Nobel MBG yang Cantumkan Nama Tanpa Persetujuan

Mendikti Bentuk Tim Investigasi Telusuri Paper Nobel MBG yang Cantumkan Nama Tanpa Persetujuan

M-Radar News, Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membentuk tim investigasi untuk menelusuri polemik sebuah paper ilmiah yang mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan Nobel Perdamaian. Paper tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pihak lain tanpa persetujuan mereka.

Pembentukan tim investigasi dilakukan menyusul beredarnya paper yang diunggah ke platform Social Science Research Network (SSRN) dan menjadi viral di media sosial. Berdasarkan siaran pers resmi dari Kemendiktisaintek tanggal 7 Agustus 2026, tim mulai bekerja sejak 4 Agustus 2026 dengan mengumpulkan informasi, dokumen, dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Temuan Awal Investigasi

Hasil penelusuran awal menyatakan, ada beberapa nama yang dicantumkan sebagai penulis paper mengaku tidak mengetahui dan tidak memberikan persetujuan atas keterlibatan mereka.

Hal ini mendapat konfirmasi dari kampus penulis utama berinisial DD yang telah menyampaikan permohonan maaf. Selain itu, DD belum berstatus guru besar maupun dosen tetap di perguruan tinggi dan baru menjalani sidang promosi doktor.

Klarifikasi tentang Platform SSRN dan Klaim Nobel

Kemendiktisaintek menegaskan, bahwa SSRN adalah platform publikasi preprint dan bukan lembaga resmi yang berwenang dalam proses Nobel. Keberadaan paper di SSRN tidak menjamin verifikasi atau pengakuan oleh Komite Nobel.

Pencantuman nama seseorang di paper tersebut tidak otomatis berarti persetujuan atau keterlibatan yang sah, dan jika terjadi tanpa izin, ini merupakan pelanggaran etika publikasi ilmiah yang harus ditindaklanjuti.

Selain itu, istilah “nomination” atau “nominasi” dalam judul paper tidak dapat diartikan sebagai nominasi resmi Nobel, karena proses nominasi Nobel memiliki mekanisme khusus dan kerahasiaan selama 50 tahun oleh Komite Nobel.

Respons dan Tindakan Selanjutnya

Investigasi masih berlangsung dengan pendekatan objektif dan berbasis fakta. Jika ditemukan pelanggaran etika akademik atau ketentuan lain, Kemendiktisaintek akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku dan akan mengumumkan hasilnya kepada publik setelah proses klarifikasi selesai.

Kasus ini bermula dari viralnya paper yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto dan beberapa profesor, yang juga ditemukan mengandung prompt AI yang belum dihapus.

Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi menduga paper tersebut bukan berasal dari pemerintah dan menyatakan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait pembuatnya.

Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif yang telah berjalan di beberapa daerah, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan gizi siswa sekolah dasar melalui penyediaan makanan sehat. Foto-foto penyaluran MBG di berbagai sekolah menunjukkan antusiasme penerima manfaat program ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup