Respons Kemenangan AfD, Kanselir Merz Adakan Pertemuan Tingkat Tinggi Partai CDU
M-Radar News – Kanselir Jerman Friedrich Merz mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan jajaran eksekutif Partai Christian Democratic Union (CDU) pada Minggu (20/9) sebagai respons atas kemenangan signifikan partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) dalam pemilu negara bagian di Berlin dan Mecklenburg-Western Pomerania.
Pertemuan ini berlangsung di tengah tekanan politik yang meningkat terhadap Merz, terutama setelah AfD berhasil mengalahkan CDU dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September dengan perolehan suara hampir 44 persen berbanding 17 persen bagi CDU. Hasil pemilu terbaru ini diperkirakan akan memengaruhi posisi Merz di internal partai, yang saat ini menghadapi tantangan dari sejumlah politikus berpengaruh di tingkat negara bagian.
Konteks Politik dan Tantangan Internal CDU
Friedrich Merz, yang mulai menjabat sebagai kanselir sejak Mei 2025, berkomitmen untuk menghidupkan kembali ekonomi Jerman yang stagnan, memperkuat pertahanan nasional, membatasi imigrasi ilegal, dan menjalankan reformasi sosial-ekonomi guna menahan penguatan AfD. Namun, hasil jajak pendapat Forsa menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya hanya mencapai 10 persen, menandakan kegelisahan yang meluas di kalangan pemilih dan anggota partai.
Dalam beberapa minggu terakhir, kritik dari internal CDU semakin menguat, dengan dua nama yang dipandang berpotensi menggantikan Merz, yakni Hendrik Wuest, Perdana Menteri Negara Bagian North Rhine-Westphalia, dan Markus Söder, Perdana Menteri Bavaria sekaligus Ketua CSU.
Strategi Merz Menghadapi AfD
Merz bahkan membatalkan rencana kunjungannya ke New York untuk menghadiri debat umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi fokus menghadiri pertemuan partai. Dalam pidatonya pada 15 September, dia menegaskan akan tetap menjalankan reformasi ekonomi dan sosial yang disepakati bersama mitra koalisi, Partai Sosial Demokrat (SPD), serta menolak membiarkan hasil pemilu di Saxony-Anhalt mengubah arah kebijakan partai.
Ilmuwan politik dari Ruhr University Bochum, Oliver Lembcke, menilai bahwa pertemuan ini merupakan upaya Merz untuk menggalang dukungan dari para pemimpin negara bagian demi mempertahankan posisinya sebagai kanselir. Posisi Merz diperkirakan akan semakin sulit jika para pemimpin negara bagian tidak menunjukkan dukungan setelah hasil pemilu yang kurang menguntungkan bagi CDU.
Perkembangan Pemilu dan Dampaknya
Jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan ketat antara CDU dan partai kiri Die Linke di Berlin, sementara di Mecklenburg-Western Pomerania, dukungan terhadap CDU diperkirakan hanya sekitar 7 persen. Sebaliknya, AfD diperkirakan akan terus mengalami peningkatan suara dalam dua pemilu negara bagian tersebut, menegaskan tren penguatan partai sayap kanan di Jerman.
Keadaan ini menambah tekanan terhadap Merz yang berusaha keras menahan laju peningkatan dukungan AfD, yang kini unggul atas CDU dalam jajak pendapat tingkat nasional. Kemenangan AfD dalam pemilu negara bagian terakhir menandai tantangan signifikan bagi stabilitas politik dan arah kebijakan CDU ke depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









