Karhutla Berdampak di 63 Kabupaten/Kota, Kasus ISPA Tembus 113.336 Jiwa
M-Radar News, Jakarta – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mulai memukul sektor kesehatan masyarakat secara serius. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ledakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus angka 113.336 kasus kumulatif hingga 9 September 2026.
Gelombang paparan asap pekat ini tersebar di 63 kabupaten/kota yang membentang di tujuh provinsi terdampak. Anak-anak dan balita menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terpapar polusi udara ekstrem akibat bencana ini.
Ancaman Udara “Merah hingga Hitam”
Dalam konferensi pers daring pembaruan penanganan bencana, Kamis (10/9/2026), Juru Bicara Kemenkes Widyawati membeberkan, bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah karhutla telah berada di ambang membahayakan.
”Kita tahu bahwa pencemaran udara sangat mengganggu. Berdasarkan data indeks standar pencemar udara (ISPU), sejumlah kabupaten/kota terdampak karhutla berada pada kategori merah hingga hitam,” ungkap Widyawati.
• Kategori Merah: Menandakan kondisi udara sangat tidak sehat bagi seluruh populasi.
• Kategori Hitam: Mengindikasikan tingkat pencemaran ekstrem yang sangat berbahaya.
• Kategori Kuning: Terpantau di beberapa wilayah seperti Palembang, dengan angka indeks bervariasi di kisaran 104 hingga 169.
Selain ISPA dengan tambahan harian mencapai 4.080 kasus pada 9 September saja, Kemenkes juga memantau ketat lonjakan penyakit ikutan seperti pneumonia, asma, hingga iritasi berat pada mata dan kulit.
Dari total kasus ISPA, tercatat 26.545 kasus menyerang balita (usia 0–5 tahun) dan 86.791 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun.
Respons Cepat: Posko hingga Mobilisasi Nakes
Demi membentengi kesehatan warga dari paparan asap beracun, Kemenkes bergerak cepat dengan mengaktifkan jejaring fasilitas kesehatan dan menerjunkan tenaga medis tambahan ke garis depan.
Sebaran Mobilisasi Tenaga Kesehatan;
- Jambi: 592 orang
- Kalimantan Tengah: 487 orang
- Sumatra Selatan: 382 orang
- Riau: 209 orang
- Kalimantan Barat: 121 orang
- Kalimantan Selatan: 40 orang
- Kalimantan Timur: 5 orang
Total pos pelayanan kesehatan kini disiagakan di 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan, didukung oleh 87 laboratorium kesehatan masyarakat serta armada Public Safety Center (PSC) 119.
Distribusi Logistik Kesehatan
Pemerintah pusat juga menggelontorkan bantuan logistik masif ke daerah terdampak, meliputi:
• 980.315 masker
• 277 unit oksigen konsentrator & 36 tabung oksigen
• 41.000 pasang sarung tangan medis
• 4.908 unit alat pelindung diri (APD) & 120 pelindung wajah
• 9 unit air purifier
• 248 paket makanan tambahan (PMT)
Langkah Preventif dan Imbauan Kemenkes
Selain upaya kuratif pengobatan pasien, Kemenkes menggalakkan strategi promotif-preventif, mulai dari surveilans kualitas udara hingga penerbitan surat kewaspadaan dini bagi seluruh dinas kesehatan daerah.
Widyawati mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.
”Masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat berada di luar ruangan, memantau indeks kualitas udara, memperbanyak minum air putih, dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan, terutama sesak napas,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











