Pengungsi Gempa NTT Tambah Jadi 150.576 Orang, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan
M-Radar News, NTT – Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Sabtu (22/8/2026), tercatat 150.576 orang mengungsi akibat bencana tersebut.
Data itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam perkembangan penanganan pascagempa. Jumlah pengungsi tersebut meningkat dari data sebelumnya yang berada di kisaran 113 ribu orang.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan, peningkatan jumlah pengungsi tidak terlepas dari masih tingginya aktivitas gempa susulan di wilayah NTT.
“Saat ini, pengungsi karena banyaknya gempa susulan, pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin, 113 ribuan, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers, Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan catatan BNPB, Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi paling banyak, yakni 41.427 orang. Kemudian disusul Kabupaten Nagekeo, dengan jumlah 34.256 pengungsi, serta Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 31.372 orang.
5.012 Gempa Susulan
Di sisi lain, gempa susulan masih terus terjadi di NTT. Hingga Sabtu (22/8/2026), BNPB mencatat sebanyak 5.012 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama.
Kekuatan gempa susulan bervariasi. Gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan gempa terkecil bermagnitudo 1,1. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 124 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.
“Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2, sedangkan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali,” ujar Berton.
Masih berlangsungnya gempa susulan membuat situasi di wilayah terdampak belum sepenuhnya kondusif. Peningkatan jumlah pengungsi juga menunjukkan, bahwa masyarakat masih membutuhkan tempat yang dinilai lebih aman dari potensi dampak gempa susulan.
BNPB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan dan kondisi warga terdampak. Data jumlah pengungsi serta kejadian gempa susulan juga masih dapat mengalami perubahan seiring dengan pembaruan informasi di lapangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












