BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Terkait pemberitaan di salah satu media, Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali, paguyuban warga Bali keturunan NTT bantah ikut dalam aksi demo penolakan pertemuan Annual Meetings of the International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG) di Nusa Dua, Bali.

Pernyataan tersebut dibantah langsung Ketua Umum Flobamora Bali, Yosep Yulius Diaz didampingi Syam Kelilauw selaku Sekretaris I, Kaspar Gambar, S.H., selaku Sekjen Bahuham dan Rahman Sabon Nama (Ketua KJF), saat Pressconf bersama awak media di Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi I / 5, Renon, Rabu (10/10/2018).

Yosep Yulius Diaz mengungkapkan, Flobamora Bali merupakan nama paguyuban warga Bali keturunan Nusa Tenggara Timur. Identitas resmi warga Flobamora Bali dipastikan tertata dan terdata. Mereka bahkan memiliki kartu tanda anggota resmi. Jumlah warga yang ber-KTA resmi Flobamora Bali ada 10.361 jiwa.

“Warga NTT di Bali yang tergabung dalam Flobamora Bali terdata resmi dibuktikan dengan KTA. “Jadi tidak semua warga Bali asal NTT terdata dalam data base kami. Inilah yang membedakan warga Flobamora Bali dan warga NTT yang bukan Flobamora Bali,” Jelas Yulius Diaz.

Terkait dengan pemberitaan di salah satu media massa yang isi beritanya ada warga Flobamora Bali, yang ikut serta dalam aksi demo terkait penolakan pertemuan IMF Annual Meeting dan World Bank Group (WBG) di Nusa Dua itu sangat disesalkan Yosep Yulius Diaz.

“Berita tersebut menyebutkan itu dikutip dari ucapan Ketua Pecalang Bali, Pak Made Mudra. Saya sudah kontak Pak Mudra dan beliau meyakinkan tidak pernah sekalipun menyebutkan nama Flobamora saat diwawancarai wartawan radar Bali,” imbuhnya. (Tim)

Facebook Comments Box