Bupati Magelang Pelajari Strategi Pembangunan Rumah Sakit di Gianyar untuk Transformasi Layanan Kesehatan

Bupati Magelang Pelajari Strategi Pembangunan Rumah Sakit di Gianyar untuk Transformasi Layanan Kesehatan

M-RADARNEWS.COM, BALI – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji bersama rombongan yang terdiri dari pimpinan DPRD Kabupaten Magelang, serta sejumlah Perangkat Daerah (PD) terkait melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Gianyar, untuk mempelajari strategi pembangunan rumah sakit dan pemanfaatan pinjaman daerah melalui PT SMI.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, beserta jajaran perangkat daerah terkait di Ruang Kerja Bupati Gianyar, Rabu 24 Juni 2026.

Kabupaten Magelang, menghadapi tantangan besar dalam penyediaan layanan kesehatan yang memadai bagi warganya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, fasilitas rumah sakit daerah masih terbatas.

RSUD Tidar yang menjadi andalan utama sudah hampir mencapai kapasitas maksimal, sementara pembangunan rumah sakit baru membutuhkan investasi besar yang tidak bisa sepenuhnya ditanggung APBD. Kondisi ini mendorong Bupati Grengseng, Pamuji untuk mencari solusi inovatif melalui skema pembiayaan alternatif seperti pinjaman daerah dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur).

Gianyar dipilih sebagai lokasi studi karena keberhasilannya dalam memanfaatkan pinjaman PT SMI untuk membangun dan mengembangkan RSUD Sanjiwani serta RSU Payangan, sehingga mampu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan secara signifikan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mahayastra memaparkan berbagai kebijakan dan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan, bahwa sejak tahun 2020, Pemkab Gianyar secara bertahap mempercepat pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan melalui dukungan pembiayaan daerah dari PT SMI yang dimanfaatkan untuk membangun berbagai infrastruktur strategis di sektor kesehatan.

Mengawali pemaparannya, Bupati Mahayastra menjelaskan bahwa keuntungan menggunakan dana pinjaman PT SMI di samping bunga rendah juga dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tanpa harus menunggu kemampuan APBD terkumpul selama bertahun-tahun, sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik.

“Membangun lebih awal dapat mengurangi biaya pembangunan akibat inflasi, sebab proyek dapat dikerjakan lebih cepat dibandingkan menunggu ketersediaan anggaran secara bertahap,” tegasnya.

Berikut adalah perbandingan skema pembiayaan konvensional dengan pinjaman PT SMI yang disampaikan dalam pertemuan:

Aspek APBD Bertahap Pinjaman PT SMI
Waktu realisasi proyek 3-5 tahun (bertahap) 1-2 tahun (sekaligus)
Bunga pinjaman Tidak ada (dana sendiri) Rendah (di bawah suku bunga pasar)
Dampak inflasi Tinggi (proyek molor) Rendah (proyek cepat)
Manfaat bagi masyarakat Tertunda Segera dirasakan

Dalam kunjungan tersebut, Rombongan Magelang tertarik pada proyek pengembangan RSUD Sanjiwani Gianyar. Melalui skema pembiayaan, rumah sakit milik pemerintah daerah itu terus ditingkatkan baik dari sisi infrastruktur, kapasitas pelayanan maupun kelengkapan fasilitas kesehatan.

Selain itu, Pemkab Gianyar juga membangun RSU Payangan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Gianyar bagian utara.

Berikut adalah daftar fasilitas unggulan yang dikembangkan di kedua rumah sakit tersebut:

  • RSUD Sanjiwani: Pelayanan Jantung Terpadu (masih dalam tahap pengembangan), Poliklinik Eksekutif, sistem pendaftaran online, dan layanan administrasi berbasis Android.
  • RSU Payangan: Fasilitas rawat inap modern, unit gawat darurat 24 jam, dan laboratorium diagnostik lengkap.

Mahayastra menjelaskan, bahwa pembangunan fisik rumah sakit dibarengi dengan transformasi pelayanan berbasis digital. Saat ini sistem pelayanan di RSUD Sanjiwani dan RSU Payangan telah terintegrasi secara online, mulai dari pendaftaran pasien, pengambilan nomor antrian, hingga berbagai layanan administrasi yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis Android. Sistem tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan.

Langkah digitalisasi ini sejalan dengan visi Gianyar sebagai kabupaten smart health. Beberapa fitur unggulan aplikasi tersebut antara lain:

  • Pendaftaran online tanpa antre panjang.
  • Informasi jadwal dokter secara real-time.
  • Riwayat medis pasien terintegrasi.
  • Pembayaran non-tunai.

Selain pembangunan rumah sakit, Gianyar juga terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui Poliklinik Eksekutif RSUD Sanjiwani yang telah berjalan hampir tiga tahun. Kehadiran layanan tersebut memberikan alternatif pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, cepat, dan representatif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pemkab Gianyar saat ini tengah mengembangkan Pelayanan Jantung Terpadu di RSUD Sanjiwani. Layanan yang masih dalam tahap pengembangan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu layanan unggulan sehingga masyarakat Gianyar, dapat memperoleh penanganan penyakit jantung secara komprehensif tanpa harus banyak dirujuk ke rumah Prof. Ngoerah. Ini menjadi angin segar bagi pasien jantung yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mahayastra juga memaparkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan melalui pemanfaatan dana Bantuan Kesehatan (BK). Program tersebut dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pengobatan warga Gianyar, yang membutuhkan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal tanpa terkendala kemampuan ekonomi.

“Pembangunan rumah sakit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi. Yang terpenting bukan hanya membangun gedung, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, berkualitas, dan terjangkau, bahkan gratis,” ujar Mahayastra.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Menurutnya, pengalaman Gianyar dalam memanfaatkan pinjaman daerah PT SMI untuk pembangunan rumah sakit, pengembangan layanan kesehatan unggulan, digitalisasi pelayanan, serta program perlindungan kesehatan masyarakat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Magelang, dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor kesehatan ke depan.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Mahayastra juga mengajak rombongan Kabupaten Magelang untuk mengunjungi RS Sanjiwani untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan fasilitas yang tersedia sehingga bisa menjadi referensi, mengingat Kabupaten Magelang akan membangun rumah sakit.

Kunjungan studi tiru ini diharapkan memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan rumah sakit di Magelang. Dengan mengadopsi skema pinjaman PT SMI, Magelang dapat mempercepat realisasi proyek rumah sakit baru yang sangat dibutuhkan.

Selain itu, digitalisasi layanan kesehatan yang diterapkan Gianyar dapat diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien. Program Bantuan Kesehatan juga dapat menjadi model untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Magelang.

Bagi masyarakat Magelang, implikasinya sangat signifikan: mereka tidak perlu lagi mengantre panjang atau dirujuk ke kota lain untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Pembangunan rumah sakit baru juga akan membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Studi tiru ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mentransformasi sektor kesehatannya. Dengan belajar dari keberhasilan Gianyar, Magelang optimistis dapat mewujudkan rumah sakit yang modern, terjangkau, dan berteknologi tinggi. Kolaborasi antar daerah seperti ini menjadi kunci percepatan pembangunan di Indonesia.

Kini, semua mata tertuju pada Magelang: akankah mereka mampu meniru kesuksesan Gianyar dan memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warganya? (*)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup