Inilah Beberapa Gebrakan DPU Pengairan Banyuwangi dengan Program GATAWATI dan TANDONISASI

JATIM, (M-RADARNEWS.COM),-                Innovative Government Award (IGA) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia. Mengingat penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2021 merupakan ajang bergengsi serta sebagai salah satu cara untuk melaksanakan pengukuran indeks inovasi daerah.

Mengutip dari Pedoman Umum Penilaian dan Pemberian Penghargaan Innovative Government Award dan Penjelasan Teknis Indikator Indeks Inovasi Daerah, Kegiatan penilaian inovasi daerah ini dimaksudkan agar dapat mendorong kompetisi positif antar pemerintah provinsi dan antar pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga dapat diwujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan, guna terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Dalam kaitan IGA (Innovative Government Award) tersebut, tahun 2021 ini, Banyuwangi kembali masuk dalam nominasi IGA Tahun 2021 dan oleh karena itu untuk menunjang keberhasilan Banyuwangi merebut predikat ke empat kalinya, beberapa SKPD melakukan Inovasi., sebut saja DPU Pengairan Kab Banyuwangi. Kantor di Kawasan Jalan Adi Sucipto Banyuwangi itu, melakukan inovasi di bidang konservasi sumber daya air dengan menerapkan GATAWATI berbasis edu wisata.

GATAWATI singkatan dari Menjaga ketersediaan air berbasis edu-wisata konservasi, diambil dari bahasa sansekerta yang berarti telaga. Telaga adalah salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air. Kegiatan GATAWATI ini bertujuan untuk melakukan konservasi sumber daya air dengan memanfaatkan asset sumber daya air menjadi destinasi wisata.

Menurut Kadis PU Pengairan Kab. Banyuwangi, Ir. H. Guntur Priambodo melalui Sekdin DPU Pengairan Kab. Banyuwangi, Riza Alfahribi, ST., mengatakan, salah satu pelaksanaan Gatawati yang sudah berjalan adalah Kali LOH/Loh Kanti, Jopuro dan Sumber Blimbing.

“Sudah 2 tahun program Gatawati ini, kami terapkan dan hasil nya memuaskan mendongkrak perekonomian setempat,“ ungkap Riza Alfahribi pada m-radarnews.com, Senin (27/12/2021) via WhatsApp. Sedangkan dampak positif dari program Gatawati selama 2 tahun mendongkrak ekonominya, seperti salah satunya Dam Bangsore yang berada di Bangorejo dan kini di jadikan pusat kegiatan masyarakat Bangorejo.

Selain program Gatawati, DPU Pengairan Kab. Banyuwangi melakukan langkah-langkah inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam ketersediaan air. Diantaranya adalah Peningkatan Keindahan Air Bersih melalui Tandonisasi, dengan membangun beberapa tandon sebagai penyimpanan air dan peningkatan keindahan pelayanan air bersih.

“Tandon dibuat sebagai cadangan air saat aliran air bermasalah. Dan air tandon sebagai upaya meningkatkan keandalan air bersih nya, seperti tandon yang kini sudah dirasakan oleh masyarakat setempat yakni Tandon TegalSari,” pungkas Riza. (Anw)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup