Ketua Panitia Ajak Umat Jaga Kesucian Piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng
M-RadarNews, Bali – Piodalan ke-33 Pura Agung Jagatnatha Buleleng menjadi momentum penting bagi umat Hindu di Kabupaten Buleleng. Ketua Panitia, I Gede Sandhiyasa mengajak seluruh umat yang akan tangkil (bersembahyang) selama rangkaian piodalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, menjaga kesucian pura, serta menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Ajakan ini disampaikan Sandhiyasa kepada RRI pada Jumat, 26 Juni 2026, menekankan bahwa meskipun piodalan tahun ini bukan tergolong upacara besar, pelaksanaannya memiliki makna yang sangat mendalam.
Makna Piodalan bagi Umat Hindu Buleleng
Pura Agung Jagatnatha merupakan pura terbesar di Kabupaten Buleleng dan menjadi pusat persembahyangan umat Hindu. Menurut Sandhiyasa, piodalan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat sradha (keyakinan) dan bhakti (pengabdian) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Walaupun ini bukan upacara besar, piodalan di Pura Agung Jagatnatha merupakan momentum yang sangat penting karena pura ini adalah pura terbesar di Kabupaten Buleleng. Kami mengharapkan seluruh umat Hindu yang berada maupun yang sedang berada di Buleleng dapat tangkil, ngaturang sembah bhakti, serta nunas keselamatan dan kerahayuan untuk Buleleng,” ujarnya.
Kehadiran umat dalam rangkaian piodalan tidak hanya menjadi bentuk bhakti, tetapi juga sebagai doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan masyarakat Buleleng. Hal ini sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Rangkaian Kegiatan dan Puncak Piodalan
Panitia telah menyusun serangkaian kegiatan yang akan berlangsung mulai akhir Juni hingga puncak acara pada 8 Juli 2026. Berikut adalah jadwal lengkap rangkaian piodalan:
| Tanggal | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 26 Juni 2026 | Pembukaan Piodalan | Sosialisasi dan persiapan |
| 27 Juni – 7 Juli 2026 | Rangkaian persembahyangan | Setiap hari pukul 18.00 WITA |
| 8 Juli 2026 | Puncak Piodalan | Persembahyangan massal |
Sandhiyasa menjelaskan, puncak rangkaian piodalan akan berlangsung pada 8 Juli 2026. Panitia berharap seluruh umat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan sradha dan bhakti melalui persembahyangan bersama. “Puncak kegiatan akan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2026. Mudah-mudahan dengan kehadiran umat untuk ngaturang sembah bhakti, Bhuana Agung dan Bhuana Alit senantiasa memperoleh kerahayuan dan kesejahteraan bersama. Itulah harapan kami selaku pengempon dan pengurus pura,” katanya.
Ajakan Menjaga Kesucian dan Kebersihan Pura
Selain mengajak umat untuk tangkil, Sandhiyasa juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama berada di kawasan pura. Umat diharapkan memperhatikan tata busana sembahyang sesuai etika dan ketentuan yang berlaku. “Pada saat tangkil kami harapkan nantinya mengikuti ketentuan, terutama tata busana. Juga peduli pada program pemerintah terkait pemilahan sampah agar tidak mengotori areal pura. Sampah organik dipisahkan dengan sampah anorganik,” ucapnya.
Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan pura merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Hindu yang menekankan keseimbangan antara Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (manusia), sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesucian tempat ibadah. Berikut adalah panduan tata busana dan kebersihan yang dihimbau panitia:
- Menggunakan pakaian adat Bali (kamen, selendang, dan udeng bagi pria; kebaya dan kain bagi wanita) yang bersih dan rapi.
- Tidak menggunakan pakaian ketat, transparan, atau berbahan jeans.
- Memisahkan sampah organik (sisa makanan, daun) dan anorganik (plastik, botol) ke tempat yang disediakan.
- Tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area suci pura.
Penerapan Tri Hita Karana dalam Piodalan
Lebih lanjut, Sandhiyasa mengajak umat untuk menjadikan piodalan sebagai momentum memperkuat penerapan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan). “Termasuk bagaimana meningkatkan hubungan kita sesuai konsep Tri Hita Karana, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama, dan palemahan atau lingkungan,” ujarnya mengakhiri.
Konsep ini menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan keagamaan Hindu di Bali. Dalam konteks piodalan, parahyangan diwujudkan melalui persembahyangan bersama; pawongan melalui gotong royong dan saling menghormati antar umat; serta palemahan melalui kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pura.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Buleleng
Piodalan Pura Agung Jagatnatha tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga sosial dan lingkungan. Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antar umat Hindu di Buleleng, bahkan yang berasal dari luar daerah. Momentum ini juga menjadi ajang promosi pariwisata religi yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dari sisi lingkungan, himbauan pemilahan sampah dan kebersihan pura diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelola tempat ibadah lain. Kesadaran umat untuk menjaga kebersihan lingkungan pura sejalan dengan program pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Selain itu, piodalan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM yang menjual sesajen, banten, dan kebutuhan upacara lainnya. Panitia memperkirakan akan ada peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar pura selama rangkaian acara.
Panitia berharap seluruh rangkaian Piodalan ke-33 Pura Agung Jagatnatha dapat berlangsung lancar, tertib, khidmat, serta membawa kerahayuan bagi umat Hindu dan masyarakat Buleleng secara keseluruhan. Dengan partisipasi aktif umat dan penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana, piodalan ini diharapkan menjadi berkah bagi seluruh alam Buleleng.
Mari kita sambut puncak piodalan pada 8 Juli 2026 dengan hati yang bersih dan penuh bhakti, menjaga kesucian pura, serta mewujudkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Semoga kerahayuan senantiasa menyertai kita semua. (*)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











