Puing-puing Material dan Bahan Baku yang Berserakan Bisa Menghambat Proses Pengerjaan
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Terkait Proyek Revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan Banyuwangi, kini mulai jadi sorotan publik dikarenakan pengerjaannya yang lambat. Pasalnya, proyek senilai Rp152 miliar yang dikerjakan PT Lince Romauli Raya ini kemungkinan tidak akan selesai tepat waktu.
Diketahui, hingga Maret 2025, progres pekerjaan di lapangan baru mencapai sekitar 30 persen, padahal proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo menekankan, pengerjaan proyek revitalisasi pasar harus selesai tepat waktu agar para pedagang yang di relokasi bisa kembali mengais rejeki dan menempati tempat semula.
“Tentunya masyarakat khususnya para pedagang pasti berharap revitalisasi pasar ini bisa selesai segera, dan bisa menempati lapaknya untuk berjualan, apalagi sekarang mendekati lebaran,” kata Patemo, saat dikonfirmasi melalui telepon, pada Kamis (13/03/2025).
Pantauan m-radarnews.com di lokasi, pengerjaan pembangunan proyek revitalisasi ini tampak terlihat puing-puing material bangunan dan tumpukan bahan baku yang berserakan. Kondisi lokasi proyek seperti itu, bisa menimbulkan proses pengerjaan menjadi terhambat.
Dengan kondisi lokasi proyek yang tidak teratur dan ketiadaan tempat penyimpanan material yang layak, Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyayangkan atas kondisi tersebut.
“Tentunya sangat disayangkan, pastinya pengerjaan sudah di rencanakan dengan baik apalagi anggaran APBN yang sangat besar. Semestinya kontraktor ini harus bertanggung jawab sepenuhnya terkait material yang menjadi sorotan kita,” ucapnya.
“Puing-puing material ini seharusnya dibersihkan terlebih dahulu sebelum melakukan pengerjaan. Harapannya saya, yang melaksanakan tugas (PT LRR) segera bergegas untuk merapikan semua bahan baku yang berserakan karena juga terlihat tidak bagus. Jadi, harus ada tempat penyimpanan yang disiapkan,” imbuhnya.
Pekerjaan yang seperti itu, menurut Patemo, harus segera ada teguran dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk kontraktor yang melakukan pengerjaan itu.
Menyinggung kontraktor proyek PT Lince Romauli Raya yang diketahui memiliki rekam jejak sejumlah masalah. “Inilah yang menjadi pertanyaan kita semua, kok bisa itu! Saya kurang begitu paham bagaimana trak record rekanan tersebut, sehingga bisa mendapatkan tender yang begitu besar ini,” tandasnya.
“Jadi, kita berharap bersama-sama teman media terus mengawal dan mengontrol proses pengerjaan proyek tersebut selesai tepat waktu, dan tentunya kualitas hasil pengerjaannya baik,” pungkasnya.
Di sisi lain, saat tim m-radarnews.com meninjau para pedagang yang saat ini direlokasi ke pasar sementara. Para pedangang juga mulai resah dengan lambatnya pembangunan proyek revitalisasi pasar tersebut.
Mereka mengeluhkan dengan sepinya para pembeli yang datang di lokasi pasar sementara, dan berharap revitalisasi pasar bisa segera selesai agar bisa kembali berdagang di tempat yang lebih layak.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Lince Romauli Raya dan instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait progres pekerjaan yang dinilai lamban dalam proyek tersebut.
Warga dan pedagang pasar berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turun tangan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal dan dengan kualitas yang terjamin. (by/yn)
