Vakum Lima Tahun, Exponak 2026 Bondowoso Kembali Digelar

Vakum Lima Tahun, Exponak 2026 Bondowoso Kembali Digelar

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Setelah vakum selama lima tahun, Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) 2026 kembali digelar di Pasar Hewan Terpadu, Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan di daerah tersebut. Exponak 2026, diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso.

Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono menjelaskan, bahwa acara ini bertujuan untuk menampilkan ternak unggulan sekaligus memotivasi para peternak agar terus meningkatkan kualitas usaha mereka.

“Expo Peternakan dan Kontes Ternak 2026 ini merupakan bagian dari kegiatan Festival Muharram yang dilaksanakan hari ini tanggal 24 Juni 2026,” ujar Hendri.

Acara ini menjadi penting mengingat sektor peternakan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih menyampaikan, bahwa Exponak 2026 merupakan bukti upaya strategis pemerintah daerah untuk menerapkan visi RPJMD tahun 2025-2029.

“Hari ini telah menjadi momen penting bagi industri peternakan kita. Exponak 2026 hadir kembali setelah lima tahun vakum. Hal ini merupakan sebuah bukti upaya strategis pemerintah daerah untuk menerapkan visi RPJMD tahun 2025-2029 yang bertujuan untuk mewujudkan Bondowoso tangguh, unggul, berdaya saing global dan berbudaya,” tegasnya.

Proses seleksi peserta Exponak 2026 dilakukan secara ketat. Hendri mengungkapkan bahwa peserta yang tampil pada babak final merupakan hasil seleksi dari sejumlah Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Bondowoso.

“Peserta ini berjumlah 48 peserta atau ternak, dari 127 yang sudah dinilai dari masing-masing puskeswan, yakni Puskeswan Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan dan Curahdami. Sehingga hari ini mengikuti penilaian dari tim juri,” jelasnya.

Penilaian dilakukan oleh tiga orang juri yang kompeten di bidangnya. Selain kontes ternak, kegiatan ini juga melibatkan puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Jumlah juri tiga orang, kemudian ada 59 UMKM yang ikut terlibat di sini,” ungkap Hendri.

Exponak 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kualitas genetika ternak dan mendorong penerapan peternakan modern. Nunung Setianingsih menekankan,

“Kegiatan ini bukan hanya merupakan ajang semata untuk kontes atau pameran ataupun perlombaan, namun ini merupakan strategi nyata dari kita bersama untuk memotivasi para peternak kita untuk meningkatkan kualitas genetika dari sapi dan juga daging maupun susu dalam praktik peternakan yang modern dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dampak positif lainnya adalah peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kualitas ternak yang unggul, Bondowoso optimis mampu bersaing di kancah global. “Kita optimis mampu menunjukkan daya saing daerah di kancah internasional melalui komoditas ternak yang berkualitas tinggi,” tambah Nunung.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan dan manajemen praktik dokter hewan serta laboratorium.

Kerja sama ini mencakup kegiatan pendidikan, penelitian, magang, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para peternak dan tenaga kesehatan hewan di Bondowoso.

Data dan Fakta Exponak 2026

Aspek Detail
Jumlah peserta final 48 ternak
Jumlah peserta seleksi 127 ternak
Puskeswan yang terlibat Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, Curahdami
Jumlah juri 3 orang
Jumlah UMKM peserta 59
Juara umum Puskeswan Tamanan

Kronologi Kegiatan Exponak 2026

  • Seleksi awal di masing-masing Puskeswan (Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, Curahdami) – Mei 2026.
  • Penetapan 48 peserta final dari 127 ternak yang diseleksi – Juni 2026.
  • Pelaksanaan Exponak 2026 di Pasar Hewan Terpadu, Desa Locare – 24 Juni 2026.
  • Penilaian oleh tim juri dan pengumuman pemenang – 24 Juni 2026.
  • Penandatanganan MoU pengembangan SDM bidang kesehatan hewan – 24 Juni 2026.

Melalui Exponak 2026, pemerintah daerah berharap kualitas peternakan Bondowoso terus meningkat sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan kembalinya ajang ini setelah lima tahun vakum, optimisme para peternak pun kembali tumbuh. Mereka tidak hanya berlomba untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga belajar untuk menerapkan praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Keberhasilan Puskeswan Tamanan meraih gelar Juara Umum menjadi bukti bahwa pembinaan yang intensif di tingkat kecamatan mampu menghasilkan ternak berkualitas. Momentum ini diharapkan dapat memicu semangat peternak lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk peternakan mereka.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif para pelaku usaha, Exponak 2026 menjadi langkah awal yang solid menuju Bondowoso yang tangguh, unggul, dan berdaya saing global. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk maju terus terjaga, menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup