Chou Tien-chen dan Fajar/Fikri Cetak Sejarah di China Open 2026

Chou Tien-chen dan Fajar/Fikri Cetak Sejarah di China Open 2026

M-Radar News, Pebulu tangkis Chinese Taipei, Chou Tien-chen, menjadi juara China Open 2026 di nomor tunggal putra setelah mengalahkan Toma Junior Popov dari Prancis di final, Minggu (26/7/2026). Kemenangan ini membuatnya menjadi pemain tertua yang pernah memenangkan turnamen BWF Super 1000, pada usia 36 tahun 199 hari.

Sementara itu, ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open setelah menundukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dengan skor 16-21, 21-19, 21-19.

Pertandingan final tunggal putra berlangsung sengit. Chou yang menjadi unggulan keenam dunia harus rela kalah di gim kedua 7-21 setelah memenangi gim pertama 21-15. Namun, ia bangkit di gim penentu dan menutup laga dengan kemenangan 21-13 dalam waktu 64 menit.

Setelah pertandingan, Chou mengaku bersyukur dan memuji kerja keras timnya. “Saya sangat bersyukur dan mempersembahkan segala kemuliaan kepada Tuhan. Di usia saya, bisa tetap di lapangan dan bertanding saja sudah sangat sulit,” ujar Chou dalam wawancara dengan BWF.

Ia juga berterima kasih kepada fisioterapisnya, Victoria Kao. “Kami bekerja keras setiap hari dengan fisio, nutrisi, dan segalanya untuk mempersiapkan pertandingan. Minggu lalu kami tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, jadi kami mencari cara untuk memperbaiki minggu ini. Syukurlah, kami berhasil,” tambahnya.

Kemenangan Chou juga mengakhiri penantian 30 tahun Chinese Taipei untuk gelar tunggal putra China Open. Terakhir kali gelar tersebut diraih oleh Fung Permadi pada tahun 1996.

Sementara itu, di nomor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mencatatkan prestasi back-to-back juara setelah sebelumnya menjuarai Japan Open 2026 pekan lalu. Ini adalah gelar Super 1000 kedua bagi mereka setelah tahun lalu juga juara di tempat yang sama.

Fajar mengakui perjuangan di final tidak mudah. “Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia, mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI yang diterima Okezone.

Ia menambahkan, “Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan. Saya berterimakasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan.”

Fikri senada dengan Fajar. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah dari kerja sama yang baik. “Fajar adalah sosok yang membimbing saya selama laga ketat tersebut,” ujar Fikri.

Dengan kemenangan ini, head-to-head Fajar/Fikri melawan Kim/Seo kini imbang 3-3. Peluang untuk merebut posisi nomor satu dunia pun terbuka lebar. Fajar/Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil memenangkan turnamen level Super 1000 tahun ini.

Pencapaian Fajar/Fikri di China Open 2026 menjadi bukti konsistensi mereka setelah sebelumnya juga menjuarai Japan Open 2026 level Super 750. Mereka berhasil mengatasi tekanan dan kelelahan setelah dua pekan berturut-turut berlaga di turnamen bergengsi.

Sementara itu, bagi Popov, final China Open 2026 menjadi pengalaman berharga. Pemain Prancis berusia 27 tahun itu sebelumnya belum pernah memenangkan turnamen Super 1000. Adiknya, Christo Popov, yang berperingkat lima dunia, tersingkir di babak 16 besar tahun ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup