Kejurnas BMX Banyuwangi Dimulai Besok, 263 Atlet Berebut 72 Medali
M-RadarNews, Jatim – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi pusat perhatian pecinta olahraga balap sepeda BMX tanah air. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2026 resmi akan digelar di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi pada Sabtu-Minggu, 4-5 Juli 2026. Sebanyak 263 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia dipastikan ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, memperebutkan total 72 medali di berbagai kategori.
Kejurnas BMX Banyuwangi ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Banyuwangi BMX Supercross yang digelar pekan lalu. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengungkapkan bahwa banyak pembalap yang telah mengikuti Supercross memilih untuk tetap tinggal di Banyuwangi guna bersaing pada kejuaraan nasional ini.
“Banyak pembalap yang mengikuti Supercross tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal,” ujar Jadi Rajagukguk dalam keterangannya, pada Jumat (3/7/2026).
Partisipasi dan Kategori Lomba
Kejurnas BMX 2026 akan diikuti oleh 263 atlet yang berasal dari 25 provinsi di Indonesia. Mereka akan bersaing di berbagai kategori yang meliputi kelompok umur dan jenis kelamin. Berikut adalah rincian kategori dan jumlah medali yang diperebutkan:
| Kategori | Jumlah Medali |
|---|---|
| Putra Elite | 6 |
| Putri Elite | 6 |
| Junior Putra | 6 |
| Junior Putri | 6 |
| Kategori Usia 13-14 | 12 |
| Kategori Usia 11-12 | 12 |
| Kategori Usia 9-10 | 12 |
| Kategori Usia 7-8 | 12 |
| Total | 72 |
Selain kategori usia, juga terdapat nomor beregu yang menambah semarak kompetisi. Para atlet akan berlomba di sirkuit berstandar internasional yang telah menjadi tuan rumah berbagai event, termasuk kejuaraan dunia.
Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan keluarga yang mendampingi tidak hanya memeriahkan ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Kawasan Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi yang terletak di Kecamatan Kalipuro menjadi pusat aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan.
Salah satu warga yang merasakan langsung berkah tersebut adalah Yuli, pemilik warung makan di dekat sirkuit. Ia mengaku setiap kali ada kejuaraan balap sepeda, penghasilannya meningkat drastis.
“Alhamdulillah penghasilannya jadi dobel kalau ada lomba di sirkuit, dari warung dan penyewaan rumah. Harapan saya bisa sering diadakan lomba di sini,” ujar Yuli.
Sejak Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi rutin menjadi lokasi kejuaraan nasional maupun internasional, warga sekitar mulai mengembangkan berbagai usaha, seperti:
- Warung makan dan minuman
- Penyewaan rumah untuk peserta dari luar daerah
- Jasa parkir kendaraan
- Penyewaan kendaraan, termasuk motor dan mobil
- Penjualan suvenir dan perlengkapan balap
Pemerintah Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan sport tourism sebagai salah satu sektor unggulan. Dengan adanya sirkuit berstandar internasional, Banyuwangi tidak hanya menarik wisatawan domestik tetapi juga mancanegara.
Sebelumnya, Banyuwangi BMX Supercross diikuti 343 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara, menunjukkan daya tarik global destinasi ini.
Pembinaan Atlet Menuju Level Internasional
Kejurnas BMX Banyuwangi, tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi wahana pembinaan dan pemetaan kemampuan atlet menuju level internasional. ICF berkomitmen untuk terus menggelar kejuaraan nasional secara konsisten guna menjaring bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Jadi Rajagukguk menambahkan, bahwa kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pemetaan kemampuan atlet menuju level internasional. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di Asian Games maupun Olimpiade.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar di cabang olahraga BMX. Beberapa atlet tanah air telah menorehkan prestasi di tingkat Asia, dan dengan adanya infrastruktur yang memadai serta penyelenggaraan event rutin, diharapkan prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan.
Jadwal dan Persiapan
Kejurnas BMX Banyuwangi akan berlangsung selama dua hari dengan jadwal sebagai berikut:
| Hari | Tanggal | Kegiatan |
|---|---|---|
| Sabtu | 4 Juli 2026 | Kualifikasi dan babak penyisihan |
| Minggu | 5 Juli 2026 | Babak final dan penutupan |
Panitia telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk aspek keamanan, akomodasi, dan transportasi bagi para peserta. Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi sendiri telah melalui inspeksi dan dinyatakan layak untuk menggelar event nasional.
Kejurnas BMX Banyuwangi, menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga Indonesia. Dengan partisipasi yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, event ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi ajang bergengsi yang dinantikan setiap tahun.
Bagi masyarakat Banyuwangi, kehadiran event ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang kebanggaan dan kesejahteraan. Sport tourism telah terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan event serupa di masa mendatang.
Di tengah euforia kompetisi, semangat sportivitas dan persaudaraan antar atlet dari berbagai daerah menjadi pemandangan yang mengharukan. Kejurnas BMX Banyuwangi bukan hanya ajang adu cepat, tetapi juga wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman. Dengan demikian, Banyuwangi semakin kokoh sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











