Kontroversi Wasit Warnai Langkah Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kontroversi Wasit Warnai Langkah Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026

M-Radar News, Jakarta – Keputusan wasit di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir menuai protes keras. Wasit asal Prancis, François Letexier, menjadi sorotan setelah membatalkan gol Mesir dan tidak meninjau gol ketiga Argentina melalui VAR.

Mantan wasit Spanyol, Mateo Lahoz, menilai Letexier seharusnya memeriksa kedua momen tersebut. “Saya rasa rekan asal Prancis itu seharusnya memeriksa kedua adegan tersebut melalui tayangan ulang video, tidak hanya adegan gol Mesir yang dianulir, tetapi juga adegan gol ketiga Argentina (3-2),” ujar Lahoz kepada surat kabar Spanyol Marca.

Lahoz menambahkan bahwa fokus wasit hanya tertuju pada satu adegan. “Kenyataannya, cara penggunaan teknologi video saat ini tidak saya sukai, karena hal itu tidak memberikan kesempatan kedua bagi wasit untuk meninjau kembali keputusannya,” katanya.

Timnas Argentina akan menghadapi Swiss di babak perempat final turnamen ini. Babak yang sama mereka lewati di Piala Dunia Qatar 2022 setelah pertandingan kontroversial melawan Belanda, yang berakhir dengan perpanjangan waktu dan adu penalti dimenangkan Argentina 2-2. Pertandingan itu mencatat rekor 18 kartu—jumlah tertinggi dalam sejarah Piala Dunia—serta 48 pelanggaran.

Lahoz, yang memimpin pertandingan tersebut, menegaskan bahwa seiring waktu keyakinannya terhadap keputusannya semakin kuat. “Waktu terus berlalu dan saya menegaskan, dengan kepala dingin, bahwa pertandingan ini adalah salah satu pertandingan yang kami selesaikan dengan sukses dari segi teknis. Kami benar sepenuhnya dalam segala hal, dan jika ada yang menonton ulang pertandingan tersebut, mereka akan melihat hal yang sama. Ya, kami memang toleran, tetapi kami tetap netral dan sama sekali tidak bias dalam penggunaan kartu, serta selalu sejalan dengan keputusan dan pedoman FIFA,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Pertandingan ini memang sangat memanas karena pernyataan-pernyataan yang muncul sebelumnya, dan segalanya berjalan seperti yang terlihat, di mana ketegangan menguasai kedua tim. Saya baru mengetahui penunjukan saya untuk memimpin pertandingan ini beberapa saat yang lalu, tepatnya pada pukul 23.00 dua hari sebelum pertandingan, dan saya menerimanya serta mempersiapkannya dengan sangat baik. Anehnya, seperti yang kita lihat dalam beberapa hari terakhir, ada banyak keributan lagi seputar pertandingan-pertandingan Argentina.”

Sementara itu, kontroversi wasit juga terjadi di laga Prancis melawan Maroko. Kylian Mbappé gagal mengeksekusi penalti setelah terjadi kesalahpahaman dengan wasit. Mbappé menceritakan, “Saya menendang, dia menepisnya. Tendangan saya tidak bagus. Setelah itu, situasinya menjadi rumit karena ada kesalahpahaman: wasit mengatakan kepada saya bahwa itu penalti. Jadi, saya bertanya kepadanya apakah pengambilan bola sudah selesai. Dia menjawab ya. Sejak saat itu, kami bergerak dan Ousmane mengoper bola kepadaku. Kemudian wasit kembali menghampiriku saat aku sudah mulai berkonsentrasi untuk memberitahuku bahwa itu bukan penalti. Jadi aku mengambil bola kembali ke tanganku. Aku meletakkannya kembali dan mereka memberitahuku bahwa ternyata itu penalti. Lalu dia menyuruhku menunggu karena ada insiden dua menit sebelumnya yang harus diperiksa. Saya jadi teralihkan. Saya pasti memikirkan terlalu banyak skenario tentang bagaimana berkonsentrasi untuk tendangan penalti; saya tidak tahu berapa lama itu berlangsung, tapi inilah sepak bola baru dengan VAR. Kita harus beradaptasi.”

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mendukung Mbappé. “Saya setuju dengan Haaland, saya tidak bisa berbahasa Spanyol dan wasitnya orang Argentina. Kylian sudah siap untuk menendang penalti, tapi ini bukan situasi yang mudah. Kita harus beradaptasi dan hal ini bisa mengganggu,” ujarnya.

Berikutnya, wasit asal Prancis Clement Turpin akan memimpin laga perempat final antara Inggris dan Norwegia. Penunjukan ini menarik perhatian karena pelatih Inggris, Thomas Tuchel, pernah memberikan kritik keras terhadap Turpin saat menangani Bayern Munchen. Tuchel menyebut Turpin sebagai wasit “kelas E” dan memberi nilai satu dari sepuluh. “Dua hal yang tidak bisa mengimbangi level permainan – lapangan tidak dalam kondisi baik dan juga wasit, sayangnya, kelas E. Saya akan memberinya nilai satu dari 10. Dia benar-benar buruk. Sungguh tidak bisa dipercaya di level ini,” ucap Tuchel saat itu.

Menanggapi berbagai kontroversi, Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina buka suara. Ia membantah tuduhan bias di laga Argentina vs Mesir. “Dengan jumlah pertandingan yang sangat banyak dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai harapan,” ujar Collina dalam wawancara di situs resmi FIFA. “Ketika itu terjadi, para wasit siap bekerja lebih keras agar benar-benar siap menghadapi pertandingan berikutnya.”

Collina menegaskan bahwa diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit diperbolehkan, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat. “Tentu saja, diskusi konstruktif mengenai keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita,” tegasnya.

Di sisi lain, beredar foto Presiden FIFA Gianni Infantino memakai jersei Argentina saat makan malam dengan beberapa wasit. Namun, foto tersebut merupakan hasil manipulasi AI, sebagaimana dikonfirmasi oleh Tim Cek Fakta Kompas.com. Tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup