Belanja Subsidi dan Kompensasi Naik 44,4 Persen Jadi Rp 233 Triliun, Menkeu Sebut Gegara BBM hingga Rupiah

Belanja Subsidi dan Kompensasi Naik 44,4 Persen Jadi Rp 233 Triliun, Menkeu Sebut Gegara BBM hingga Rupiah

M-Radar News, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan realisasi belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp 233 triliun pada semester pertama 2026. Angka itu setara 52,1 persen dari target APBN 2026 dan naik 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Purbaya menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Jumat (10/7/2026). Ia merinci belanja subsidi sebesar Rp 116 triliun dan anggaran kompensasi Rp 116,9 triliun.

“Realisasi subsidi dan kompensasi semester 1 tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 44,4 persen apabila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp 161,4 triliun,” kata Purbaya.

Ia menerangkan, kenaikan belanja subsidi dan kompensasi dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi, LPG 3 kg, serta listrik bersubsidi.

Sementara untuk subsidi non-energi, Purbaya menyebut kenaikan terjadi karena peningkatan pembayaran subsidi pupuk. Realisasi penyaluran barang bersubsidi juga menunjukkan peningkatan year on year di semester pertama 2026.

“Realisasi penyaluran volume BBM meningkat sebesar 7,8 persen, volume LPG 3 kg meningkat sebesar 2 persen, pelanggan listrik bersubsidi meningkat sebesar 2,1 persen, volume pupuk meningkat sebesar 21,4 persen, dan debitur KUR meningkat sebesar 3,6 persen,” jelasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup