Man City Terancam Hukuman Berat, Pengurangan Poin hingga Degradasi Jadi Sorotan
M-Radar News – Hukuman yang berpotensi dijatuhkan kepada Manchester City atau Man City terkait kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Primer Inggris kembali menjadi sorotan.
Perkara tersebut menjadi salah satu kasus yang paling menyita perhatian dalam sepak bola Inggris karena menyangkut dugaan pelanggaran yang berlangsung selama hampir satu dekade.
Manchester City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Primer Inggris pada periode 2009 hingga 2018.
Berdasarkan laporan sejumlah media asing, termasuk The Athletic, Manchester City disebut dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan tersebut.
Namun, rincian mengenai hukuman final yang akan dijatuhkan kepada Man City masih menjadi perhatian. Sanksi yang secara teoritis dapat dikenakan mencakup denda dalam jumlah besar, pengurangan poin, hingga pencabutan gelar yang diraih klub pada periode yang terkait dengan perkara tersebut.
Sanksi paling berat, bahkan dapat berupa degradasi. Jika hukuman tersebut diterapkan, Man City berpotensi harus turun kasta dan menjalani kompetisi di divisi yang lebih rendah dalam sistem liga sepak bola Inggris.
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian di Inggris, tetapi juga mendapat sorotan dari berbagai kalangan sepak bola internasional. Salah satunya datang dari analis sepak bola asal Spanyol, Julio Maldonado atau yang lebih dikenal dengan nama Maldini.
Dalam program Tiempo de Juego, pada segmen Hora Maldini, ia menyampaikan pandangannya mengenai hukuman yang menurutnya perlu diberikan apabila pelanggaran tersebut terbukti dan sanksi resmi dijatuhkan.
“Saya rasa hal ini layak mendapat hukuman yang membuat jera, karena ada banyak pihak yang dirugikan,” ujar Maldini dikutib goal.com, pada Minggu (27/9/2026).
Ia kemudian mengemukakan kemungkinan hukuman berupa pengurangan poin dalam jumlah besar. Menurutnya, pengurangan sekitar 50 poin dapat menjadi salah satu bentuk sanksi yang membuat Man City tetap menjalani kompetisi, tetapi sekaligus menghadapi konsekuensi serius terhadap posisi mereka di klasemen.
“Saya rasa mereka akan menjatuhkan hukuman pengurangan 50 poin, atau semacam itu. 50 poin agar mereka masih bisa terus berjuang dalam pertandingan-pertandingan, tetapi mereka tahu bahwa mereka akan didegradasi ke divisi yang lebih rendah,” tambahnya.
Perkara Man City menjadi perhatian, karena dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan periode ketika klub mulai membangun dominasi di sepak bola Inggris.
Man City dalam rentang waktu tersebut meraih sejumlah trofi domestik, dan berkembang menjadi salah satu klub terkuat di Inggris maupun Eropa.
Meski demikian, besaran dan bentuk sanksi tetap bergantung pada proses hukum serta keputusan otoritas Liga Primer Inggris. Pandangan Maldini mengenai pengurangan 50 poin merupakan pendapat pribadi dan bukan keputusan resmi mengenai hukuman yang akan diterima Man City.
Kasus ini pun masih menjadi salah satu isu besar yang dinantikan perkembangannya oleh publik sepak bola. Keputusan akhir nantinya akan menentukan konsekuensi yang harus dihadapi Man City, sekaligus menjadi rujukan penting mengenai penerapan aturan finansial dalam kompetisi sepak bola Inggris.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












