Norway Hajar Brazil 2-1: Matheus Cunha Starter, Haaland Bintang

Norway Hajar Brazil 2-1: Matheus Cunha Starter, Haaland Bintang

M-Radar News,

Striker Wolves Matheus Cunha menjadi starter saat Brazil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Norway 2-1 di babak 16 besar, Minggu (5/7/2026) waktu setempat. Pertandingan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey. Kekalahan ini membuat Brazil gagal ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1990.

Matheus Cunha bermain sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-2-3-1 yang diturunkan pelatih Carlo Ancelotti. Ia ditemani oleh Rayan Vitor dan Vinicius Junior di lini depan, sementara Gabriel Martinelli mengisi pos gelandang serang kiri menggantikan Lucas Paqueta yang cedera.

Sepanjang babak pertama, Brazil kesulitan menembus pertahanan Norway. Peluang terbaik Brazil datang dari tendangan penalti Bruno Guimaraes pada menit ke-13 setelah Matheus Cunha dilanggar di kotak penalti. Namun, kiper Orjan Nyland mampu menebak arah tendangan dan menggagalkannya.

“Saya tidak berpikir kami pantas kalah, tapi kami harus menerimanya dan mengevaluasi apa yang terjadi,” ujar Ancelotti usai pertandingan. “Semua pemain sedih, tapi saya berterima kasih kepada mereka karena sudah bekerja keras.”

Memasuki babak kedua, Norway mulai mengambil alih kendali permainan. Gol pertama Norway tercipta pada menit ke-79 melalui sundulan Erling Haaland memanfaatkan umpan silang Andreas Schjelderup. Haaland kembali mencetak gol pada menit ke-90 dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Brazil sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar pada menit ke-90+6 setelah wasit meninjau VAR. Namun, waktu tidak cukup bagi Brazil untuk menyamakan kedudukan. Skor akhir 2-1 untuk Norway.

“Ini adalah malam terbesar dalam sejarah sepak bola Norway,” ujar salah satu sumber. Norway berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dan akan menghadapi pemenang antara Inggris dan Meksiko.

Matheus Cunha ditarik keluar pada menit ke-60 digantikan oleh Endrick yang berusia 19 tahun. Endrick mendapat peluang emas pada menit ke-60, namun tendangannya masih melebar.

Pelatih Ancelotti mengakui turnamen timnya tidak spektakuler. “Semua sedih, tapi saya harus berterima kasih kepada pemain. Mereka bekerja sangat keras. Saya tidak berpikir kami pantas kalah, tapi kami harus menerimanya dan mengevaluasi apa yang terjadi.”

Brazil harus pulang lebih awal dan rekor tanpa gelar Piala Dunia mereka kini berlanjut menjadi 28 tahun sejak terakhir kali juara pada 2002.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup