Dewan Soroti Tingginya Angka Perceraian ASN di Jatim
M-Radar News, Surabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) menyoroti meningkatnya fenomena perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Agus Cahyono, mengkhawatirkan hal ini dapat memengaruhi kualitas pelayanan publik.
“Pemprov perlu melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar keluarga ASN tetap harmonis, karena keluarga yang kuat akan melahirkan ASN yang mampu bekerja dengan baik dan melayani masyarakat secara optimal,” ujar Agus, Jumat (10/7/2026).
Menurut Agus, pembinaan ketahanan keluarga bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan di lingkungan kerja, seperti apel ASN dan pengajian. “Momentum apel ASN bisa dimanfaatkan untuk memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga. Ini bagian dari pembinaan karakter ASN,” katanya.
Ia menambahkan, materi yang disampaikan bisa mencakup komunikasi suami istri, pendidikan anak, serta nilai-nilai keluarga. “Kalau di lingkungan ASN ada salat berjamaah atau pengajian, tema ketahanan keluarga juga perlu diangkat. Harapannya ASN mendapatkan bekal spiritual sekaligus pemahaman bagaimana membangun keluarga yang harmonis,” ujarnya.
Selain persoalan di lingkungan ASN, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat provinsi ini masih menjadi salah satu daerah dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Tercatat puluhan ribu perkara perceraian setiap tahun di berbagai kabupaten dan kota.
Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim menunjukkan setiap tahun terdapat sekitar 20 hingga 25 ASN yang mengajukan konsultasi maupun permohonan terkait perceraian. Faktor ekonomi, persoalan rumah tangga, hingga jeratan pinjaman online menjadi penyebab yang paling sering ditemukan.
Agus berharap dengan adanya pembinaan yang intensif, angka perceraian di kalangan ASN bisa ditekan. “Ini penting untuk menjaga profesionalisme dan kinerja ASN dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










