1.404 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan Bidang Pemerintahan

1.404 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan Bidang Pemerintahan

M-Radar News, Sumedang – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewisuda 1.404 mahasiswa pada Sidang Senat Terbuka IPDN di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).

Wisuda ini meliputi Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Tahun Akademik 2025/2026.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian hadir langsung memberikan sambutan. Ia menyampaikan, bahwa momen wisuda ini tidak hanya membahagiakan bagi wisudawan dan IPDN, tetapi juga bagi negara.

Menurutnya, IPDN yang merupakan bagian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil melahirkan ilmuwan di bidang pemerintahan melalui proses belajar mengajar yang panjang.

“Tentu ini juga membahagiakan bagi negara, kenapa? Karena telah lahir para pemikir-pemikir di bidang ilmu pemerintahan dengan berbagai jenjang tingkatan S1, S2, dan S3,” jelas Mendagri.

Ia menjelaskan, bahwa wisuda tersebut merupakan momen penting yang mengantarkan para mahasiswa magister, doktor, termasuk praja IPDN menjadi seorang ilmuwan. Terlebih, pekerjaan di bidang pemerintahan merupakan profesi yang harus didasarkan pada ilmu pengetahuan.

Menurutnya, suatu profesi harus memenuhi sejumlah unsur, antara lain memiliki disiplin ilmu yang diakui, ditempuh melalui proses pendidikan yang memadai, memiliki kode etik, serta berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, ilmu pemerintahan menjadi fondasi utama bagi aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas.

Mendagri menegaskan, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi pembeda antara pengambilan kebijakan yang berbasis kajian ilmiah dan yang hanya mengandalkan intuisi. Lulusan IPDN dibekali kemampuan berpikir ilmiah agar mampu menyusun kebijakan publik berdasarkan teori, data, dan metodologi yang tepat.

“Tapi saya harus ingatkan, terutama untuk teman-teman yang S2, S3. Beda S1, S2, S3 adalah kemampuan mindset, merubah cara berpikir, cara berpikir ilmiah yang lebih kompleks,” ujarnya.

Di sisi lain, Mendagri juga mengingatkan, terutama bagi sarjana atau purna IPDN, bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Wisuda merupakan awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengemban tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.

“Dengan menjadi sarjana dan insyaallah enggak lama lagi juga dilantik, maka adik-adik akan memulai hidup yang baru, hidup di birokrasi pemerintahan,” ujar Mendagri.

Ia berharap, seluruh lulusan IPDN dapat mengabdikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk memperkuat birokrasi pemerintahan Indonesia. Selain itu, Mendagri juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas hingga akhir masa pengabdian.

“Kita harapkan juga 1.204 yang lulus ini juga nanti mengakhiri semua kariernya dalam keadaan yang baik dan nama yang baik. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita semua. Kepada para wisudawan, selamat telah wisuda hari ini. Selamat menjadi seorang ilmuwan,” tandasnya.

Rincian wisudawan terdiri dari 45 Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, Rektor IPDN Halilul Khairi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang, serta civitas academica IPDN dan pejabat terkait lainnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup