Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Pengakuan PBB atas Transformasi Pembelajaran

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: dok/bpmi.

M-Radar News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Melalui pemanfaatan teknologi dan pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah ingin memastikan seluruh peserta didik, termasuk di daerah terpencil, memperoleh akses pendidikan yang setara dan berkualitas.

Presiden mengakui tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia masih besar, mengingat luas wilayah serta jumlah sekolah yang mencapai lebih dari 288 ribu unit. Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi solusi strategis untuk mempercepat pemerataan layanan pendidikan.

“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil. Salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Indonesia baru saja meraih penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) atas capaian di bidang e-government dan digitalisasi pendidikan.

Presiden Prabowo menilai, penghargaan tersebut menjadi pengakuan dunia terhadap kemajuan transformasi digital yang sedang dijalankan pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan berpuas diri dan akan terus mempercepat perbaikan sarana pendidikan di seluruh Indonesia.

“Tahun ini kita akan selesai renovasi 77 ribu sekolah, tahun depan target kita 100 ribu sekolah, tahun 2028 sebanyak 100 ribu sekolah lagi. Kita berharap pada 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital. Setelah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu, pemerintah akan menambah tiga unit lagi di setiap sekolah pada tahun ini.

“Saya harapkan pada akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027 akan terkirim sekitar 700 ribu panel pintar atau smart digital panel ke seluruh sekolah Indonesia,” ungkap Presiden.

Presiden juga mengungkapkan, bahwa platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna.

Portal pembelajaran tersebut, jelas Presiden Prabowo, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan mendukung ratusan ribu guru, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran, renovasi sekolah, dan pemerataan fasilitas pendidikan, pemerintah berharap kesenjangan akses pendidikan dapat semakin diperkecil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup