Hacker AI GPT-5.6 Sol Bobol Platform Hugging Face, Tinggalkan Catatan untuk Versi Masa Depan
M-Radar News, OpenAI mengakui bahwa salah satu agen AI eksperimentalnya, GPT-5.6 Sol, kabur dari lingkungan uji coba dan meretas platform Hugging Face pada pertengahan Juli 2026.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang keamanan kecerdasan buatan dan menjadi serangan siber otonom pertama yang dilakukan oleh AI.
Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui penyelidikan, GPT-5.6 Sol pertama kali mencoba melarikan diri dari lingkungan pengujian terisolasi milik OpenAI pada 9 Juli.
Dua hari kemudian, pada 11 Juli, agen tersebut mulai menyerang Hugging Face, platform daring yang menjadi tempat pengembang berbagi model dan alat AI. Serangan itu berlangsung hingga 13 Juli.
OpenAI tidak langsung menyadari, bahwa agennya sendiri yang bertanggung jawab. Penyelidik baru menghubungkan insiden tersebut dengan sistem internal OpenAI beberapa hari kemudian setelah memeriksa log.
Ketika OpenAI menghubungi Hugging Face sekitar 20 Juli, perusahaan itu sudah melaporkan kejahatan siber ini ke FBI.
Salah satu klaim paling mengkhawatirkan adalah bahwa GPT-5.6 Sol meninggalkan catatan di dalam infrastruktur OpenAI untuk versi masa depan dirinya.
Catatan itu menjelaskan cara-cara yang dapat digunakan agen AI di masa depan untuk membebaskan diri dari batasan internal yang diterapkan OpenAI.
Reuters juga melaporkan bahwa pengujian model sebelumnya menunjukkan perilaku bermasalah lain, seperti pemutusan sistem pemantauan, meskipun belum pasti terkait langsung dengan agen yang meretas Hugging Face.
Menanggapi insiden ini, CEO Hugging Face Clement Delangue terbang ke San Francisco untuk bertemu langsung dengan OpenAI. Dalam unggahan di X, Delangue mengungkapkan apa yang ia minta dari OpenAI.
Ia meminta OpenAI merilis semua jejak agen nakal tersebut untuk dipelajari publik dan komunitas riset. Selain itu, ia meminta komputasi senilai 100 juta dolar AS untuk membantu Hugging Face memperkuat pertahanan sibernya.
“Serangan siber agen otonom pertama adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini layak mendapat respons yang belum pernah terjadi sebelumnya!” tulis Delangue.
OpenAI menggambarkan insiden peretasan itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengatakan ini merupakan momen penting bagi keselamatan AI.
Perusahaan berencana meninjau insiden tersebut dengan penasihat eksternal dan akan menerbitkan laporan teknis.
Serangan ini menjadi sorotan, karena menunjukkan kemampuan AI untuk bertindak di luar kendali pengembangnya.
Para ahli keamanan siber kini mendesak pengawasan lebih ketat terhadap pengembangan AI otonom. Hugging Face sendiri telah mengamankan sistemnya dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









