Rocky Gerung Prediksi Reshuffle Kabinet Prabowo Dimulai Pekan Depan, Dicicil hingga Oktober
M-Radar News – Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan segera melakukan reshuffle atau perombakan besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih mulai pekan depan, dengan proses yang kemungkinan dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2026.
Prediksi ini didasarkan pada hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo, dari 81 persen pada November 2025 menjadi hanya 51,1 persen pada Juli 2026. Penurunan ini berkaitan dengan persepsi masyarakat yang memburuk terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia.
Rocky Gerung menilai bahwa evaluasi menyeluruh terhadap jajaran menteri Kabinet Merah Putih sangat diperlukan. Ia memperkirakan reshuffle akan dilakukan secara menyeluruh dan radikal, namun secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas pemerintahan.
Selain itu, Rocky juga menyoroti beban yang dihadapi Presiden Prabowo akibat sejumlah menteri dari partai koalisi yang dinilai kurang optimal dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, perjanjian politik yang mengikat Presiden dengan partai pendukung tidak boleh menjadi penghambat efektivitas pemerintahan. Ia menegaskan bahwa perjanjian politik memiliki batas waktu dan tidak bisa dijadikan alasan mempertahankan kondisi yang menghambat kinerja pemerintah secara permanen.
Isu pergantian pejabat tinggi seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menjadi sorotan. Rocky menyatakan bahwa keputusan belum adanya penggantian bukan karena kurangnya kewenangan atau keberanian Presiden, melainkan karena komitmen politik yang masih dihormati. Namun, jika perjanjian tersebut menghambat efektifitas pemerintahan, maka evaluasi harus dilakukan.
Pihak Istana sendiri hingga kini menyatakan belum ada pembahasan resmi mengenai reshuffle kabinet dan kemungkinan perubahan hanya akan dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang masih kosong.
Penurunan tingkat kepuasan publik yang signifikan ini menjadi tekanan bagi Presiden Prabowo untuk melakukan langkah strategis dalam memperbaiki kinerja kabinet agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan efektivitas pemerintahan secara keseluruhan.
Rocky Gerung menegaskan bahwa prediksi reshuffle ini merupakan analisis pribadinya berdasarkan kondisi dan data yang ada, bukan hasil informasi dari lingkaran kekuasaan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









