Prabowo Minta Pengambilan Keputusan di Pertamina-PLN Lebih Cepat
M-Radar News, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan proses pengambilan keputusan di perusahaan pelat merah besar, khususnya PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Hal ini disampaikan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, dengan fokus pada penyederhanaan birokrasi di korporasi BUMN.
Fokus Penyederhanaan Struktur BUMN
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo menitikberatkan pada pengurangan lapisan birokrasi di BUMN besar guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Pengurangan entitas anak perusahaan juga menjadi bagian dari strategi ini.
Hingga Juli 2026, pemerintah telah mencatat pengurangan sebanyak 274 entitas BUMN, dan proses restrukturisasi ini akan terus berlanjut untuk mencapai target pengurangan dari 1.077 perusahaan menjadi 350 perusahaan pada akhir tahun 2026.
Motivasi dan Dampak Restrukturisasi
Presiden Prabowo mengaku terkejut saat menerima laporan mengenai jumlah anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang mencapai ribuan. Oleh karena itu, penataan kembali struktur BUMN diharapkan dapat menciptakan efisiensi yang signifikan.
Langkah ini telah menghasilkan penghematan biaya operasional hingga Rp 50 triliun, terutama dari pengurangan gaji direksi, komisaris, sewa gedung, dan biaya utilitas. Proyeksi penghematan diperkirakan akan meningkat hingga mencapai Rp 70-80 triliun pada akhir 2026.
Harapan Pemerintah
Dengan sisa waktu hingga akhir 2026, pemerintah optimistis bahwa perampingan struktur BUMN akan menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat dan responsif, sekaligus meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan pelat merah di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










