Sederet Pesan Prabowo saat Undang BRIN ke Istana

Sederet Pesan Prabowo Saat Undang BRIN ke Istana

M-Radar News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka untuk melihat langsung capaian riset dan inovasi yang telah dikembangkan. Dalam kesempatan ini, Prabowo menyampaikan pesan penting terkait penguasaan sains dan teknologi, kualitas pendidikan, dan investasi riset di Indonesia.

Dalam pertemuan yang berlangsung, pada Kamis (6/8/2026), Presiden Prabowo meninjau berbagai produk hasil inovasi BRIN, termasuk mesin pengolahan air yang menghasilkan air mineral layak minum dan genteng buatan yang diuji kekuatannya langsung oleh Prabowo.

Genteng tersebut dijual dengan harga Rp 26 ribu per pcs, lebih mahal dibanding genteng tanah biasa, namun memiliki keunggulan ringan dan tahan lama.

Prabowo mengungkapkan, bahwa tujuan utama mengundang BRIN ke Istana adalah untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai hasil kerja para peneliti. Ia mengapresiasi upaya BRIN dan berencana melakukan kunjungan ke kampus-kampus BRIN untuk lebih mendalami capaian riset nasional.

Menurut Prabowo, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai sains dan teknologi, sehingga investasi di bidang ini harus diprioritaskan.

Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi pendidikan nasional yang saat ini masih tertinggal dari negara tetangga berdasarkan skor Programme for International Student Assessment (PISA).

Ia menilai, kualitas pendidikan Indonesia perlu ditingkatkan dengan investasi besar, termasuk perbaikan fisik sekolah dan pembangunan sekolah unggulan dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk anak-anak berprestasi.

Investasi Riset dan Pendanaan

Presiden menegaskan, bahwa investasi riset dan pengembangan di Indonesia saat ini masih sangat minim dan jauh dari kebutuhan. Pemerintah akan berupaya mencari sumber pendanaan, terutama melalui efisiensi dan penghematan dari praktik koruptif dan penipuan anggaran.

Refleksi atas Kegagalan di Piala Dunia

Prabowo menyampaikan rasa sedihnya atas kegagalan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia mengajak semua pihak untuk tidak mencari kambing hitam melainkan melakukan introspeksi agar prestasi olahraga nasional dapat diperbaiki ke depannya.

Dengan berbagai pesan tersebut, Prabowo berharap riset dan pendidikan di Indonesia dapat semakin maju dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup