Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah
M-Radar News, Banyuasin – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak pemerintah daerah untuk menjadikan penghijauan sebagai gerakan berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Dorongan ini disampaikan saat peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/8/2026).
Bima Arya menegaskan bahwa penanaman pohon harus menjadi bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang lebih luas, yang melibatkan perawatan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kegiatan penghijauan bukan sekadar memenuhi target atau seremoni, melainkan harus menghasilkan dampak nyata dan tahan lama bagi ekosistem dan masyarakat setempat.
Penghijauan Sebagai Bagian Perencanaan Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam Negeri melalui Bima Arya terus mendorong pemerintah daerah agar memasukkan aspek lingkungan sebagai indikator penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Setiap rencana pembangunan yang disusun oleh gubernur, bupati, maupun wali kota diharapkan memuat unsur ekologis untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan lingkungan.
“Berikhtiar untuk memastikan bahwa semua perencanaan di daerah memiliki indikator ekologis, sehingga setiap asesmen pembangunan memperhatikan unsur tersebut,” jelas Bima Arya.
Tantangan dan Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Bima Arya mengakui bahwa mewujudkan penghijauan yang berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan, seperti alih fungsi lahan, konflik lahan, dan pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan serta pendampingan agar program penghijauan dapat berlanjut hingga tahap pemeliharaan, bukan hanya penanaman.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, dan instansi pemerintah, untuk membangun kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan penghijauan. Ia berharap agenda yang diinisiasi Presiden ini dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak.
“Mari kita bangun kolaborasi, co-creation antara institusi pemerintah, kampus, korporasi, dan masyarakat agar penghijauan menjadi movement, bukan hanya kegiatan biasa,” ujarnya.
Membangun Budaya Merawat Lingkungan
Selain memperluas kolaborasi, Bima Arya menekankan pentingnya membangun budaya merawat lingkungan. Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari konsistensi masyarakat dalam menjaga dan merawat tanaman tersebut secara berkelanjutan.
“Mari kita sama-sama bangun budaya merawat, bukan hanya sekadar menanam atau seremoni, tapi berorientasi pada aksi permanen dan berkelanjutan,” tegasnya.
Partisipasi Berbagai Pihak dalam Peresmian Pusat Persemaian
Kegiatan peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Direktur APP Group Soewarso, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta para bupati, wali kota, dan pejabat Forkopimda se-Sumatera Selatan.
Keberadaan pusat persemaian ini merupakan wujud nyata dari upaya pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan di Sumatera Selatan, sekaligus menjadi simbol penting dalam mendorong penghijauan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












