Ribuan Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalimantan dan Sumatera, BNPB: Pemadaman Terkendala Sumber Air
M-Radar News, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius pemerintah. Ribuan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera, sementara proses pemadaman menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber air, akses menuju lokasi hingga kondisi angin kencang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan melalui operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Di Kalimantan Barat, BNPB mencatat 2.774 hotspot berdasarkan tingkat kepercayaan satelit. Rinciannya, 273 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 2.420 titik kepercayaan menengah, dan 81 titik kepercayaan rendah.
BNPB mengingatkan data hotspot dari satelit masih perlu dikonfirmasi melalui pemantauan lapangan maupun patroli udara. Kenaikan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dibandingkan hari sebelumnya juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah tercatat 2.479 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi. Pemadaman di wilayah tersebut terkendala lokasi titik api yang jauh dari sumber air. Kondisi semakin sulit karena sejumlah sumber air mulai mengering.
Di Kalimantan Selatan, luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare. BNPB mengerahkan sekitar 9.800 personel Satgas Darat untuk memperkuat operasi pemadaman.
Petugas menghadapi tantangan berupa angin kencang dan keterbatasan sumber air. Kondisi lahan gambut di sejumlah lokasi juga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
Sumatera Selatan dan Jambi Hadapi Kendala Serupa
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar tercatat mencapai 1.926 hektare. Petugas menghadapi kendala akses menuju titik api yang sulit dilalui, sementara sejumlah sumber air mulai surut.
Operasi pemadaman melalui udara juga tidak mudah. Jarak sumber air yang cukup jauh serta kondisi angin menyulitkan manuver helikopter saat melakukan water bombing.
Di Jambi, luas lahan terbakar mencapai 658 hektare. Kendala yang dihadapi hampir serupa, yakni lokasi titik api yang jauh dari sumber air dan kondisi sumber air yang mulai mengering.
Sementara itu, di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, BNPB mendeteksi 150 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam 24 jam terakhir. Luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 2.379 hektare.
BNPB Perkuat Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca
BNPB terus memperkuat operasi penanganan karhutla dengan menambah armada udara, memperkuat personel, serta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Berdasarkan evaluasi teknis bersama BMKG, penyemaian awan untuk mendukung OMC kembali dapat dilakukan secara intensif di wilayah Kalimantan, pada Minggu (23/8/2026).
Langkah tersebut ditempuh untuk membantu meningkatkan curah hujan dan membasahi kembali lahan, terutama kawasan gambut yang masih menyimpan bara api di bawah permukaan.
Selain operasi udara, satgas darat terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi yang dapat dijangkau. Pemerintah juga meningkatkan pemantauan untuk mencegah meluasnya titik api.
Penanganan karhutla mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meninjau kawasan terdampak kebakaran di Kubu Raya, Kalimantan Barat.
BNPB menegaskan, data hotspot bersifat dinamis dan membutuhkan verifikasi di lapangan. Pemerintah bersama tim gabungan akan terus melakukan pemantauan serta pemadaman untuk menekan dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas warga.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











