BPBD Muba Catat 179 Titik Panas, BPBD Muba Perkuat Mitigasi
M-Radar News, Musi Banyuasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin mencatat 179 titik panas terdeteksi sepanjang 1 Januari hingga 13 Juli 2026. Peningkatan tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Data BRIN Fire Hotspot menunjukkan Batang Hari Leko menjadi kecamatan dengan titik panas terbanyak. Wilayah lain yang terpantau meliputi Sungai Keruh, Lais, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, dan Sekayu.
Batang Hari Leko mencatat 35 titik panas, disusul Sungai Keruh 25 titik dan Lais 24 titik. Tungkal Jaya mencatat 23 titik, Bayung Lencir 16 titik, serta Sekayu 13 titik.
BPBD bersama instansi terkait terus memantau perkembangan melalui citra satelit dan patroli lapangan. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi di setiap lokasi yang terdeteksi memiliki titik panas.
Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, mengatakan kesiapsiagaan terus ditingkatkan selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Kami terus memantau perkembangan titik panas dan melakukan langkah pencegahan bersama seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Rivo Handoko.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Kondisi cuaca kering dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Hingga pertengahan Juli 2026, luas lahan terbakar di Musi Banyuasin mencapai 36,39 hektare. “Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











