Diduga Ulah ODGJ, Pohon Beringin di Area Makam Ngasem Kediri Terbakar

Diduga Ulah ODGJ, Pohon Beringin di Area Makam Ngasem Kediri Terbakar

M-Radar News, Kediri – Sebuah pohon beringin di area makam Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, terbakar pada Kamis malam, 9 Juli 2026, diduga akibat ulah seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.50 WIB dan berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri tanpa menimbulkan korban jiwa.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar. “Api kemudian membesar dan dilaporkan ke perangkat desa,” kata Kaleb dalam laporan resmi yang diterima, Jumat (10/7/2026).

Menurut Kaleb, laporan warga atas nama Handi diteruskan ke Pos Damkar Grogol pada pukul 18.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera bergerak. “Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol berangkat menuju lokasi pada pukul 18.53 WIB dan sampai di lokasi pukul 19.10 WIB,” demikian tertulis dalam laporan.

Proses pemadaman berlangsung selama 1 jam 17 menit. Petugas mulai memadamkan api pukul 19.13 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 20.30 WIB. Dalam operasi ini, Tim dari Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri mengerahkan 1 unit armada Pos Grogol dengan kapasitas 5.000 liter bernomor polisi AG 8156 EP. Sebanyak 5 orang personel dikerahkan ke lokasi.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran yang disengaja. Dari hasil asesmen awal di lapangan, api berasal dari ulah ODGJ yang berada di sekitar area makam. Awalnya, api yang semula kecil kemudian membesar setelah diketahui warga. Beruntung warga segera melapor sehingga api tidak merembet ke bangunan sekitar.

Upaya pemadaman dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Petugas memfokuskan penyemprotan pada titik api di batang dan ranting pohon beringin. Walau begitu, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Data menyebutkan nihil untuk luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia. “Kerugian materil juga nihil. Sementara itu pohon yang terbakar berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan kerusakan lebih luas di area pemakaman,” katanya.

Kaleb mengimbau, masyarakat untuk segera melapor jika melihat potensi kebakaran. Kewaspadaan warga sangat dibutuhkan, terutama di area pemukiman dan tempat umum.

Sementara itu, Koordinator FPRB Wilayah Barat, Kamid, mengatakan telah memberikan himbauan kepada masyarakat. “Kami sudah meminta warga agar selalu berhati-hati dengan sejumlah potensi bencana yang timbul saat cuaca ekstrem. Salah satunya pada musim kemarau seperti sekarang, yakni bahaya kebakaran yang dapat dipicu oleh berbagai faktor,” kata Kamid.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup