Kebakaran Bedeng Jalan Nakula, 85 KK Terdampak: Dinsos Beri Bantuan hingga Pemulangan

Kebakaran Bedeng Jalan Nakula, 85 KK Terdampak: Dinsos Beri Bantuan hingga Pemulangan. Foto: dok/istimewa.

M-Radar News, Denpasar – Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran bedeng di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Kelod, Kota Denpasar. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Data sementara tersebut dihimpun dari posko pengungsian di Musala Al-Ikhlas, Rabu (2/9/2026). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan asesmen terhadap warga terdampak masih berlangsung.

Kepala Dinsos Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) I Gusti Ketut Sudiatmika mengatakan, seluruh warga terdampak pada tahap awal telah dievakuasi. Sebagian warga mengungsi di posko, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

“Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi,” ujar Laxmy.

Menurut Laxmy, Dinsos Kota Denpasar masih melakukan asesmen dan pemutakhiran data untuk mengetahui jumlah warga terdampak, termasuk asal daerah masing-masing korban.

Hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan pemulangan warga yang berasal dari luar Bali ke daerah asal atau keluarga terdekat.

“Dari hasil asesmen nantinya, untuk warga yang tidak memiliki penunjukan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal,” jelas Laxmy.

Sementara itu, Sudiatmika mengatakan, terdapat sejumlah keluarga yang memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat. Dinsos Denpasar juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali mengingat sebagian besar warga terdampak tercatat berasal dari luar Bali.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan provinsi juga karena KK-nya sebagian besar itu dari luar Bali. Kami perlu komunikasikan untuk pemulangan ke keluarga terdekat,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Dinsos Denpasar telah menyalurkan perlengkapan keluarga atau family kit. Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan dasar rumah tangga, termasuk perlengkapan mandi dan kebutuhan untuk beristirahat. Selain itu, terpal juga telah dibagikan kepada warga terdampak.

Dinsos juga menyediakan layanan kesehatan bagi para korban, serta membantu proses administrasi bagi keluarga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.

Sudiatmika menjelaskan, pendataan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui barang maupun dokumen yang hilang dalam musibah tersebut. Data tersebut nantinya akan dirangkum dan diajukan kepada kepolisian untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan maupun dokumen yang berkaitan dengan kejadian kebakaran.

“Kami lakukan pendataan, sehingga data itu ketahuan apa saja yang hilang. Nanti kami rangkum jadi satu data, kami lampirkan suratnya dan ajukan ke kepolisian agar dapat surat keterangan hilang atau kebakaran itu, dampak bencana,” jelasnya.

Selain bantuan dari pemerintah, sejumlah relawan dan pihak lainnya juga terus berdatangan ke posko untuk memberikan bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Bangunan Semi-Permanen dan Status Lahan

Terkait kondisi tempat tinggal korban, Sudiatmika mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, sebagian besar warga menempati bangunan semi-permanen dengan status sebagai penyewa atau penghuni kontrakan.

Sementara itu, kepemilikan bangunan yang berada di lokasi kebakaran disebut bersifat perorangan. Dinsos masih berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan status kepemilikan lahan dan bangunan tersebut.

“Ada yang punya (lahannya). Kami masih juga berusaha menghubungi melalui Kadis. Kemarin kami hubungi siapa yang punya lahannya,” ungkap Sudiatmika.

Pemadaman Masih Berlangsung

Di tengah proses penanganan warga terdampak, petugas pemadam kebakaran hingga Rabu siang, masih berjibaku dengan sisa titik api di lokasi kebakaran.

Api diketahui masih berada di bawah tumpukan puing dan sampah, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Sebanyak tiga unit ekskavator dikerahkan untuk menggaruk dan membongkar tumpukan material sebelum dilakukan penyiraman.

Mobil pemadam kebakaran serta water cannon dari kepolisian juga terus dikerahkan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.10 WITA, kepulan asap masih terlihat cukup tebal dari antara puing-puing bangunan bedeng. Meski demikian, titik api yang terlihat sudah tidak sebanyak sebelumnya. Petugas masih melakukan pembasahan, dan pendinginan terhadap material yang terbakar.

Pemkot Denpasar memastikan proses pendataan, penanganan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga pendampingan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan sesuai hasil asesmen di lapangan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup