Korban Serangan Buaya Banyuasin Berhasil Ditemukan
M-Radar News, Banyuasin – Korban yang dilaporkan hilang dan diduga diserang buaya di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung dan tersangkut di ranting pohon di kawasan Pintu Air Ropi, PT STAL Hindoli, sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal kejadian, Kamis, 9 Juli 2026 petang.
Korban diketahui bernama Ipan Nurzaman (26), warga Kampung Cijanten, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Senin, 6 Juli 2026 sekitar pukul 01.53 WIB saat berada di Sungai Teluk Betung. Korban diduga diserang satwa liar ketika berada di kawasan perairan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan pencarian dilakukan selama empat hari dengan melibatkan berbagai unsur. Tim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Teluk Betung hingga lokasi penemuan korban.
“Korban berhasil ditemukan pada hari keempat pencarian sekitar pukul 18.15 WIB. Seluruh proses evakuasi berjalan dengan baik berkat kerja sama tim gabungan,” ujar Reza Agust Perdana, di Pangkalan Balai, Jumat, 10 Juli 2026.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri atas BPBD Kabupaten Banyuasin, Basarnas Palembang, Polairud Polda Sumatera Selatan, Polsek Pulau Rimau, Koramil 430-01Pangkalan Balai, Pemerintah Kecamatan Pulau Rimau, Pemerintah Desa Teluk Betung, serta masyarakat setempat. Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka di Desa Teluk Betung untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Reza menjelaskan, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam proses pencarian sehingga area penyisiran dapat diperluas hingga titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat satwa liar,” katanya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di kawasan perairan. Pemerintah daerah juga mengajak warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











