Warga Betungan Demo Indomarco Tuntut Kesempatan Kelola TKBM

Warga Betungan Demo Indomarco Tuntut Kesempatan Kelola TKBM

M-Radar News, Bengkulu – Sejumlah warga Kelurahan Betungan menggelar aksi damai di PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Bengkulu pada Kamis, 16 Juli 2026. Aksi yang diikuti warga RT 3, RT 14, dan RT 26 dari RW 3 ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait kesempatan kerja, khususnya pengelolaan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di gudang perusahaan.

Koordinator aksi, Komarudin, mengatakan aksi damai tersebut untuk memperjuangkan hak masyarakat sekitar gudang agar mendapat kesempatan mengelola TKBM. Menurutnya, selama ini warga telah berupaya membangun komunikasi dengan perusahaan, namun belum memperoleh tanggapan yang diharapkan.

“Kami hanya meminta hak untuk mengelola TKBM. Kami sudah beberapa kali berupaya melakukan mediasi dan meminta audiensi, tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan. Karena itu kami datang menyampaikan aspirasi secara langsung,” tutur Komarudin.

Terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan kepada manajemen Indomarco. Pertama, warga meminta diberi kesempatan mengelola tenaga kerja bongkar muat agar manfaat ekonomi dari keberadaan gudang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Kedua, warga mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan audiensi dengan Manajer Lisensi Indomarco, namun hingga kini belum pernah terealisasi. Ketiga, warga meminta adanya keterbukaan mengenai mekanisme pengajuan kerja sama TKBM.

Menurut Komarudin, transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui syarat, prosedur, dan kebijakan yang berlaku dalam proses kerja sama tersebut.

Ia menuturkan, selama kurang lebih enam tahun terakhir masyarakat sekitar belum pernah memperoleh kesempatan mengelola TKBM secara mandiri. Selama ini, pengelolaan dilakukan oleh pihak lain sehingga manfaat ekonomi bagi warga sekitar dinilai belum maksimal.

Komarudin menambahkan, warga telah membentuk serikat sebagai salah satu persyaratan administrasi dalam pengajuan kerja sama. Pihaknya berharap perusahaan segera memberikan kepastian atas aspirasi yang telah disampaikan melalui aksi damai tersebut.

Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan di lokasi dan mendirikan tenda sebagai bentuk menunggu keputusan dari pihak manajemen Indomarco.

Sementara itu, perwakilan Indomarco, Mugo, mengatakan seluruh tuntutan warga akan diteruskan kepada manajemen pusat karena keputusan terkait kerja sama berada di tingkat perusahaan.

Meski demikian, pihaknya menegaskan perusahaan sudah dan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk bekerja sesuai mekanisme dan proses rekrutmen yang berlaku.

Di tempat terpisah, Penasehat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bengkulu, Firdaus Jaelani, menjelaskan saat ini serikat kerja yang mengelola manajemen tenaga kerja ada di pihak SBSI sebagai pemenang kontrak.

Ia juga menegaskan SBSI telah menerima Surat Perintah Kerja (SPK) lanjutan pada 15 Juli 2026 untuk melaksanakan pekerjaan bongkar muat selama satu tahun ke depan.

Firdaus menjelaskan, setiap organisasi mengajukan proposal dan kelengkapan administrasi yang kemudian dinilai langsung oleh pihak Indomarco. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, SBSI kembali ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan TKBM hingga Juli 2027.

“Semua organisasi mengajukan proposal. Yang menilai adalah pihak Indomarco, dan tanggal 15 Juli kami menerima keputusan bahwa SBSI kembali dipercaya melaksanakan pekerjaan ini,” ujarnya.

Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan hasil proses pengajuan yang diikuti beberapa organisasi sesuai mekanisme yang ditetapkan pihak perusahaan. Pihaknya yang baru sekitar satu tahun menangani pekerjaan bongkar muat di gudang Indomarco telah menyerap sekitar 50 persen tenaga kerja yang merupakan warga sekitar gudang.

Firdaus mengatakan, tidak seluruh warga dapat diakomodasi karena kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan operasional perusahaan. Meski demikian, SBSI tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai pekerja.

“Kalau ada yang ingin bekerja, sampai sekarang kami masih terbuka. Tetapi tentu tidak semua warga bisa kami akomodasi karena kebutuhan tenaga kerja juga terbatas,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui dialog tanpa mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Menurutnya, SBSI siap berdiskusi dengan semua pihak apabila diperlukan untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup