Bengkulu Matangkan Persiapan Pabrik Biodiesel Dukung PSN
M-Radar News, Pemerintah Provinsi Bengkulu mematangkan persiapan pembangunan pabrik biodiesel berbasis minyak kelapa sawit untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) kemandirian energi Presiden Prabowo Subianto. Rencana ini dibahas dalam rapat Inventarisasi Data Perusahaan Crude Palm Oil (CPO) di Provinsi Bengkulu pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Rapat Merah Putih Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Mian menjelaskan bahwa Bengkulu memiliki modal kuat untuk menjadi lokasi pabrik biodiesel karena melimpahnya bahan baku CPO produksi lokal. Potensi ini juga sinkron dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu yang tengah mengembangkan kawasan industri di Pulau Baai.
“Potensi pembangunan pabrik biodiesel sangat besar karena bahan bakunya tersedia di Bengkulu. Ini juga sejalan dengan program Bapak Gubernur dalam mengembangkan kawasan industri Pulau Baai, karena itu rapat hari ini menjadi langkah awal untuk menyinkronkan pencatatan, observasi, dan pengumpulan data oleh seluruh OPD terkait,” ujar Mian.
Pengembangan hilirisasi kelapa sawit ini diproyeksikan untuk mendukung pasokan Biodiesel B50, yaitu bahan bakar campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak sawit dan 50 persen diesel fosil. Wakil Gubernur menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh, baik profil perusahaan kelapa sawit yang beroperasi maupun aktivitas ekspor CPO dari Bengkulu.
“Data tersebut akan menjadi dasar bagi Bapak Gubernur untuk melakukan pemaparan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Harapannya, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027,” kata Mian.
Melalui persiapan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dapat mengambil peran strategis dalam menyukseskan agenda kemandirian energi nasional. Hilirisasi industri kelapa sawit diyakini akan membawa dampak positif bagi daerah, mulai dari peningkatan nilai investasi, penciptaan lapangan kerja baru, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











