NASA WB-57 Terbang di Ketinggian 50.000 Kaki Mengejar Gerhana Matahari Total
M-Radar News – NASA akan menggunakan pesawat penelitian WB-57 yang terbang di ketinggian 50.000 kaki untuk mengejar bayangan bulan saat gerhana matahari total yang akan terjadi pada hari Rabu. Dengan ketinggian ini, pesawat dapat menghindari gangguan awan dan memberikan pandangan lebih lama terhadap fenomena langit tersebut.
Gerhana matahari parsial akan terlihat dari sebagian besar kota besar di Eropa, sementara jalur gerhana total akan melintasi wilayah Greenland, Islandia, Spanyol, dan Portugal. Di Amerika Utara, pantai Timur akan menyaksikan gerhana parsial dengan persentase penutupan yang berbeda-beda, seperti 19% di Portland, Maine; 16% di Boston; dan 9% di New York.
Pesawat WB-57, yang telah digunakan NASA sejak tahun 1970-an untuk berbagai misi ilmiah, akan lepas landas dari Islandia dan mengikuti bayangan bulan dengan kecepatan sekitar 460 mil per jam. Dengan cara ini, penumpang di dalam pesawat dapat menikmati gerhana total selama hampir 3 menit, lebih lama dibandingkan durasi sekitar 2 menit 18 detik yang bisa diamati dari permukaan bumi.
Pesawat ini merupakan modifikasi dari pesawat pembom era Perang Dingin asal Inggris, dan memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian maksimum 63.000 kaki, jauh di atas rata-rata pesawat komersial yang biasanya terbang di sekitar 35.000 kaki. Dengan ketinggian 50.000 kaki saat misi ini, pesawat mampu menghindari gangguan cuaca dan awan yang dapat menghalangi pandangan ke langit.
NASA juga menyediakan siaran langsung gerhana matahari bagi yang tidak berada di jalur gerhana total, serta memungkinkan publik mengikuti perjalanan pesawat WB-57 melalui situs pelacakan penerbangan seperti Flightradar24. Dalam persiapan misi ini, NASA menyoroti peran pesawat WB-57 dan platform serupa yang semakin sering digunakan sebagai bagian dari pelatihan astronot dan penelitian ilmiah di ketinggian tinggi.
Pesawat ini dioperasikan oleh dua kru, yaitu pilot dan operator sensor yang bertanggung jawab atas pengelolaan instrumen ilmiah, kamera, dan peralatan navigasi kompleks selama penerbangan.
Dengan misi ini, NASA tidak hanya memberikan pengalaman unik dalam mengamati gerhana matahari total, tetapi juga memanfaatkan teknologi tinggi untuk memperpanjang durasi pengamatan fenomena alam langka tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












