Palangkaraya Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla hingga 8 September 2026
M-Radar News, Palangkaraya – Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 September 2026.
Keputusan ini diambil menyusul tingginya kejadian dan potensi kebakaran yang masih terjadi serta ancaman kekeringan yang mengkhawatirkan.
Perpanjangan status tanggap darurat ini berlaku sejak 11 Agustus 2026, dan berlangsung selama 29 hari.
Plt Kalaksa BPBD Kota Palangkaraya, Hendrikus Satriya Budi menyampaikan, bahwa keputusan tersebut diambil bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, termasuk meluasnya area terdampak dan titik api yang mulai mendekati permukiman warga.
Selain Palangkaraya, beberapa wilayah lain di Kalimantan juga menetapkan status tanggap darurat karhutla. Kabupaten Kotawaringin Timur menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026, menyusul lebih dari seribu titik panas yang terdeteksi dan ratusan kejadian karhutla yang menyebabkan ribuan hektare lahan terbakar.
Penetapan status tanggap darurat memberikan kewenangan lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kebakaran, termasuk pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan kemudahan pengajuan bantuan kepada provinsi maupun pemerintah pusat.
Di Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai antisipasi terhadap dampak kemarau, khususnya kekeringan dan karhutla.
Keputusan ini didasarkan pada data BMKG mengenai kondisi tanpa hujan yang berkepanjangan dan meningkatnya kejadian kebakaran di wilayah tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan yang terus berlangsung menjadi ancaman serius bagi lingkungan, dan kesehatan masyarakat di Kalimantan.
Risiko ini diperparah oleh musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, sehingga memperpanjang status tanggap darurat dianggap langkah penting untuk mitigasi dan penanganan bencana.
Upaya penanggulangan karhutla melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, dinas terkait, dan masyarakat, guna melakukan pencegahan, pemadaman, serta koordinasi yang efektif.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, dan melaporkan segera apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












