Putri Kebaya Cilik Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Putri Kebaya Cilik Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

M-Radar News, Surabaya – Azalea Mauren Ahmad, siswi kelas 4 SDN Balongsari 3 Mojokerto yang baru dinobatkan sebagai Putri Kebaya Cilik 2026, mengajak generasi muda untuk tetap mencintai budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Ajakan itu disampaikan dalam program Ngobras Pro1 RRI Surabaya, Senin, 20 Juli 2026.

Dalam perbincangan yang dipandu presenter Joe Adi Yuanda, Mauren menceritakan perjalanannya meraih gelar Putri Kebaya Cilik. Ia mengaku tertarik pada dunia modeling sejak taman kanak-kanak. “Sejak TK saya senang melihat model berjalan di atas panggung, dari situ saya ingin mencoba. Kalau menyanyi sudah suka sejak usia sekitar tiga tahun,” ujar Mauren.

Perjalanan prestasinya dimulai saat kelas 1 SD dengan meraih Juara 1 Top Model School. Pada tahun 2025, ketika duduk di kelas 3 SD, Mauren kembali mengukir prestasi sebagai Duta Batik Favorit Kota Mojokerto. Berbekal pengalaman tersebut, ia memberanikan diri mengikuti ajang Putri Kebaya Indonesia setelah mengetahui informasi melalui Instagram dan mendapat dukungan penuh dari sang ibu.

Mauren menjelaskan bahwa proses seleksi Putri Kebaya Indonesia berlangsung selama sekitar tiga bulan dengan berbagai tahapan. Salah satunya adalah pembuatan video profil di Bali yang mengangkat tema pelestarian budaya melalui kebaya. “Finalnya diadakan di Yogyakarta dan pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Saya senang bisa memperkenalkan kebaya kepada generasi muda,” tuturnya.

Di tengah berbagai aktivitas, Mauren tetap berusaha menyeimbangkan waktu antara sekolah dan pengembangan bakat. Sepulang sekolah ia beristirahat sebelum mengikuti latihan hingga sore hari. Berbagai prestasi yang diraihnya juga membuat Mauren semakin dikenal oleh teman-teman di sekolah. “Yang penting bisa membagi waktu antara belajar dan latihan supaya keduanya tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Meski telah meraih banyak penghargaan, Mauren mengaku masih sering merasa kurang percaya diri. Namun, ia memilih menjadikan perasaan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkembang. “Kadang saya masih merasa insecure, tetapi saya terus belajar supaya lebih percaya diri dan bisa menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. Ia juga bercita-cita mengikuti ajang internasional serta menjadi kreator konten yang memberikan inspirasi positif.

Sementara itu, seorang pendengar, Ibu Titi Damiati, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Mauren melalui sambungan telepon. “Selamat untuk Mauren atas semua prestasinya. Semoga terus menjadi anak yang berprestasi, rendah hati, dan selalu berbakti kepada orang tua,” ucapnya.

Menutup perbincangan, Mauren mengajak generasi muda untuk tidak melupakan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, mengikuti tren modern bukanlah hal yang salah, tetapi kecintaan terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa harus tetap dijaga. “Jangan malu memakai kebaya. Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi budaya Indonesia harus tetap kita cintai dan lestarikan,” pesannya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup