Hariyadi Terpilih Ketua PWI Banyuwangi 2026-2029, Ajak Pengurus Perkuat Soliditas dan Integritas
M-Radar News, Banyuwangi – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-5 sekaligus pelantikan pengurus periode 2026-2029 di Hotel Aston Banyuwangi, pada Sabtu (3/10/2026).
Dalam konferensi tersebut, Hariyadi dari media Kabarrakyat.id terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Banyuwangi. Ia dipercaya memimpin organisasi kewartawanan, yakni PWI untuk periode kepengurusan 2026-2029.
Pelaksanaan Konfercab berlangsung dalam suasana tertib dan demokratis. Hariyadi menyampaikan, bahwa terpilihnya dirinya sebagai ketua merupakan amanah sekaligus kehormatan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi saya dipercaya menjadi Ketua PWI Banyuwangi periode 2026-2029. Tentu ini merupakan tugas yang tidak ringan, namun saya berkomitmen untuk menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ujar Hariyadi dalam sambutannya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PWI Banyuwangi, yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya. Hariyadi juga memberikan apresiasi kepada Gatot Imawan dan Dedy Jumhardiyanto yang turut berkompetisi dalam proses pemilihan ketua.
Menurutnya, seluruh tahapan Konfercab ke-5 PWI Banyuwangi, khususnya proses pemilihan ketua, dapat berlangsung secara damai dan lancar sesuai mekanisme organisasi.
“Saya pribadi merasa bangga, karena seluruh proses konferensi ke-5 PWI Banyuwangi, khususnya pemilihan ketua baru ini, berjalan damai dan lancar. Tidak ada riak-riak atau konflik. Semuanya sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh peraturan,” katanya.
Hariyadi menegaskan, kepengurusan baru PWI Banyuwangi, tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu individu. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kerja sama, kekompakan, serta kontribusi seluruh pengurus dan anggota.
Ia mengajak seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik, untuk bersama-sama menjalankan visi dan misi organisasi dengan mengedepankan kebersamaan, kejujuran, dan integritas.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu membawa organisasi Persatuan Wartawan Indonesia ini ke arah yang lebih baik dan maju. Ke depan, saya berharap kita bisa bekerja sama dengan lebih erat dan solid,” tuturnya.
Selain itu, Hariyadi mengajak jajaran PWI Banyuwangi, untuk mampu menghadapi berbagai tantangan baru di dunia jurnalistik dengan terus melakukan inovasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, dan seluruh pemangku kepentingan yang turut mendukung pelaksanaan Konfercab tersebut.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur (Jatim) Lutfil Hakim mengapresiasi atas pelaksanaan Konfercab PWI Banyuwangi, yang dinilainya berlangsung secara demokratis dan tertib.
“PWI Banyuwangi ini salah satu yang cukup menonjol, yang tadi ditunjukkan pada proses konferensi demokratis yang berjalan tertib,” ujar Ketua PWI Jatim, yang akrab disapa Cak Item itu.
Cak Item mengatakan, wartawan memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, termasuk melalui fungsi jurnalistik yang kritis dan konstruktif.
Ia juga mengingatkan agar PWI tidak menjadi corong pemerintah, tetapi pada saat yang sama juga tidak mengambil posisi untuk menghardik pemerintah. Menurutnya, kritik tetap diperlukan sepanjang disampaikan secara baik dan berdasarkan kepentingan publik.
“PWI tidak boleh menjadi corongnya pemerintah, tapi juga tidak boleh kemudian menghardik pemerintah. Jadi semua tentu diingatkan dengan yang baik,” katanya.
Menurutnya, tantangan industri media saat ini semakin besar seiring berkembangnya produk informasi digital dan media sosial. Karena itu, karya jurnalistik dituntut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui analisis, kedalaman, dan konteks.
“Kalau PWI tidak memberikan nilai, hanya sekadar memberitakan dan hambar, saya kira sudah kalah dengan produk-produk informasi longform. Jadi jurnalistik kalau masih sekadar memberitakan saja, tidak ada nilai lebih, maka saya kira sudah kalah,” ujar Cak Item.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., menyampaikan, bahwa tantangan media semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi instan dan perkembangan algoritma media sosial.
Ia menila, jurnalis memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi dan cek silang terhadap setiap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
“Di tengah gempuran informasi instan dan algoritma media sosial, jurnalis dituntut untuk memiliki keberanian melakukan cek silang, menganalisis data secara tajam, dan menyajikannya secara utuh kepada masyarakat,” kata Yayan, sapaan akrabnya.
Menurutnya, media juga perlu menyediakan ruang untuk pembahasan dan diskusi guna mengimbangi arus informasi di media sosial (medsos) yang belum tentu memiliki proses verifikasi memadai.
Yayan juga menitipkan agenda penting kepada jajaran pengurus PWI Banyuwangi, agar organisasi tidak hanya menjadi wadah silaturahmi atau membangun koneksi, tetapi turut berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan edukasi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat dipengaruhi oleh kualitas masyarakat dan para pihak yang terlibat di dalamnya.
Karena itu, Yayan mengajak PWI bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem informasi yang dipenuhi gagasan cerdas dan edukatif.
“Kita gabung pada satu jalan, agar edukasi ini dipenuhi dengan gagasan yang cerdas, agar produk kesepakatan banyak pihaknya menjadi juga berkualitas. Dan itu tanggung jawab kita bersama, pemerintah maupun nonpemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Yayan juga membuka ruang bagi PWI Banyuwangi untuk memberikan masukan dan kritik terhadap pemerintah. Ia meminta insan pers tidak ragu menyampaikan saran maupun kritik sepanjang dilakukan secara konstruktif dan untuk kepentingan masyarakat.
“Tidak usah ragu, tidak usah sungkan untuk memberikan saran kepada pemerintah,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026-2029, PWI Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas karya jurnalistik.
Peran pers sebagai sumber informasi, kontrol sosial, serta sarana edukasi masyarakat diharapkan semakin kuat di tengah perubahan ekosistem media yang berlangsung cepat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















