Bengkel Resmi Tak Lagi Beroperasi, Ini Alasan Pemilik Proton Tetap Pertahankan Mobilnya

Bengkel Resmi Tak Lagi Beroperasi, Ini Alasan Pemilik Proton Tetap Pertahankan Mobilnya. Foto: istimewa

M-Radar News – Meski bengkel resmi Proton sudah tidak beroperasi, sejumlah pemilik mobil Proton tetap memilih untuk mempertahankan kendaraan mereka. Faktor kenyamanan dan biaya perawatan yang terjangkau menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

Menurut Kemal, pemilik Bengkel Proton Center Jatiasih, kenyamanan menjadi daya tarik utama yang membuat pemilik Proton betah menggunakan mobil mereka.

Ia menjelaskan, bahwa model seperti Proton Exora pernah bersaing dengan mobil kelas atas seperti Innova, dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap menawarkan kenyamanan berkendara yang baik.

Kenyamanan dan Teknologi Suspensi

Kemal menambahkan, bahwa teknologi suspensi yang digunakan pada beberapa model Proton merupakan salah satu faktor yang meningkatkan rasa nyaman saat berkendara.

Beberapa mobil Proton dibekali dengan teknologi suspensi dari Lotus, merek asal Inggris, yang memberikan sensasi berkendara ala mobil Eropa.

Karakter Berkendara dan Konstruksi Bodi

Selain suspensi, karakter berkendara Proton juga dianggap memiliki kestabilan yang baik, terutama saat bermanuver dan melaju di kecepatan tinggi.

Hal ini disebabkan oleh konstruksi bodi yang menggunakan pelat baja dengan ketebalan lebih besar dibandingkan mobil Jepang pada umumnya.

Fitur dan Keamanan

Beberapa model Proton sudah menerapkan teknologi lebih awal dibandingkan merek lain, seperti fitur anti-slip untuk membantu traksi di jalan licin dan tombol fisik multimedia pada setir.

Fitur immobilizer sebagai sistem keamanan antimaling juga telah ada sejak 2008, sementara mobil Jepang baru menerapkannya secara luas sekitar 2013.

Biaya Perawatan Terjangkau

Dari sisi perawatan, biaya servis mobil Proton dinilai masih cukup terjangkau. Contohnya, biaya servis untuk model Saga dan Savvy berkisar sekitar Rp400 ribuan, Persona dan Exora sekitar Rp500 ribuan, serta tipe tertinggi seperti Satria Neo, Preve, dan Suprima S sekitar Rp600 ribuan.

Ketersediaan Spare Part dan Alternatif

Saat ditanya mengenai kekhawatiran pemilik terkait hilangnya bengkel resmi, Kemal meyakinkan bahwa suku cadang masih mudah didapat dan harganya tidak jauh berbeda dari merek Jepang jika menggunakan barang original.

Selain itu, komponen krusial dapat diganti dengan merek lain atau produk aftermarket sehingga pemilik tidak perlu khawatir dalam melakukan perawatan.

Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi pemilik Proton untuk tetap mempertahankan kendaraan mereka meski tanpa dukungan bengkel resmi, selama mobil tersebut masih nyaman dan sesuai untuk kebutuhan sehari-hari.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup