HIMAPI ITEBA Kupas Peran Strategis Batam dalam Perdagangan Global Aman

HIMAPI ITEBA Kupas Peran Strategis Batam dalam Perdagangan Global Aman

M-Radar News, Batam – Himpunan Mahasiswa Perdagangan Internasional (HIMAPI) Program Studi Perdagangan Internasional, Sekolah Ekonomi Bisnis dan Manajemen (SEBM) Institut Teknologi Batam (ITEBA), menggelar kuliah umum bertajuk “Batam sebagai Gerbang Perdagangan Internasional Indonesia: Tantangan Keamanan Ekonomi dan Perdagangan Lintas Negara”. Acara berlangsung di Ruang A4-08 ITEBA pada Selasa, 7 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya kampus meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi dinamika perdagangan global.

Kuliah umum ini merupakan implementasi mata kuliah International Trade Policy and Agreement. Tujuannya memperluas wawasan mahasiswa mengenai posisi strategis Kota Batam sebagai pusat perdagangan internasional. Selain itu, kegiatan ini membahas berbagai tantangan di era globalisasi, khususnya terkait keamanan ekonomi dan aktivitas perdagangan lintas negara.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Perdagangan Internasional ITEBA, Heri Siswanto, S.M., M.M., Gr. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia internasional melalui kolaborasi bersama praktisi, akademisi, dan berbagai instansi. Turut hadir Sekretaris Program Studi Perdagangan Internasional, Adelya Rifdah, S.A.B., M.M., serta Pembina HIMAPI, Dr. M. Irvanni Bahri, S.E., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap penguatan kompetensi mahasiswa.

Kuliah umum menghadirkan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau, Arthur Sitindaon, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, khususnya Batam, dalam menjaga keamanan ekonomi. Mulai dari penyelundupan barang, perdagangan ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, serta dunia pendidikan. Sinergi itu diperlukan untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang aman dan berdaya saing. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan seputar kebijakan perdagangan internasional, implementasi perjanjian dagang, strategi meningkatkan daya saing Indonesia, hingga peran generasi muda dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Trade Verse 1.0, sebuah program kolaboratif yang diinisiasi HIMAPI ITEBA. Selain kuliah umum, peserta mendapatkan edukasi literasi keuangan melalui sesi sosialisasi dari Pegadaian. Sosialisasi tersebut membahas pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini serta berbagai layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda dalam membangun masa depan finansial yang lebih baik.

Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ), Batam memiliki posisi yang sangat strategis dalam jalur perdagangan internasional, khususnya di kawasan Selat Malaka. Melalui kegiatan akademik seperti ini, ITEBA berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori perdagangan internasional, tetapi juga mampu menganalisis tantangan nyata di lapangan serta berkontribusi dalam menciptakan sistem perdagangan yang aman, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup