Pemprov Jatim Dorong Daerah Awasi Ketat Distribusi Elpiji 3 Kg

Pemprov Jatim Dorong Daerah Awasi Ketat Distribusi Elpiji 3 Kg

M-Radar News, Blitar – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), meminta pemerintah kabupaten/kota memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran.

Permintaan ini disampaikan menyusul masih banyaknya penyalahgunaan elpiji bersubsidi oleh pelaku usaha maupun masyarakat mampu.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Nurhayati mengatakan, pengawasan ketat diperlukan karena elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih banyak pelaku usaha, seperti kafe hingga laundry, yang memanfaatkannya.

“Kami sering menjumpai di pangkalan maupun toko elpiji, pembeli datang menggunakan mobil mewah dan memborong elpiji 3 kilogram. Karena itu, pemerintah daerah harus lebih ketat mengawasi distribusinya agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” ujar Nurhayati saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) elpiji 3 kilogram di Kota Blitar, Jumat (17/6/2026).

Nurhayati menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin di berbagai daerah sebagai upaya menertibkan penyalahgunaan elpiji subsidi sekaligus memastikan penyalurannya sesuai ketentuan.

Selain itu, dalam setiap sidak, petugas juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji subsidi.

Jika ditemukan pelanggaran, tabung elpiji 3 kilogram langsung ditukar dengan elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram. Meski demikian, hingga kini belum ada sanksi khusus yang diberikan kepada pelanggar.

“Kami lebih mengedepankan edukasi. Kalau saat sidak ditemukan pelaku usaha memakai elpiji 3 kilogram, langsung kami tukar dengan elpiji 5,5 kilogram,” katanya.

Sidak di Kota Blitar melibatkan tim gabungan dari Pemprov Jatim, Disperindag, Pertamina, Hiswana Migas, dan kepolisian. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelaku usaha masih menggunakan elpiji subsidi.

Salah satunya sebuah usaha laundry di Jalan Sumatra, Kota Blitar. Di lokasi itu, petugas menemukan empat tabung elpiji 3 kilogram yang kemudian ditukar dengan dua tabung elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram.

Temuan serupa juga didapati di sebuah kafe di Jalan Anjasmara. Di dapur kafe tersebut, tim menemukan dua tabung elpiji 3 kilogram yang selanjutnya diganti dengan tabung elpiji nonsubsidi sebagai bentuk penertiban sekaligus edukasi kepada pemilik usaha.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup