Wujudkan Generasi Sehat, Jawa Timur Gelar Bulan Imunisasi Kejar Serentak

Wujudkan Generasi Sehat, Jawa Timur Gelar Bulan Imunisasi Kejar Serentak

M-Radar News, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan resmi menggelar Bulan Imunisasi Kejar Serentak (BIKS) pada Juli hingga Agustus 2025. Program ini menyasar anak usia 0 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, guna melindungi mereka dari penyakit berbahaya dan memperkuat kekebalan kelompok.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Erwin Astha Triyono, menjelaskan bahwa BIKS merupakan langkah akselerasi untuk mengejar ketertinggalan imunisasi anak. “Kami ingin memastikan setiap anak di Jawa Timur mendapatkan hak dasarnya untuk tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya di Surabaya.

Imunisasi memiliki peran krusial bagi masa depan anak. Berdasarkan data edukasi kesehatan dari Promkes Jatim, imunisasi efektif melindungi anak dari risiko penularan penyakit mematikan seperti campak, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan lainnya. Selain itu, imunisasi merangsang dan meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tumbuh sehat dan kuat.

Program ini juga bertujuan mencegah kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi lingkungan sekitar dari penyebaran virus atau bakteri. “Ini investasi terbaik untuk mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, serta produktif,” tambah dr. Erwin.

Orang tua diimbau segera memeriksa catatan kesehatan anak pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau Kartu Imunisasi Anak. Jika ditemukan jadwal imunisasi yang terlewat, layanan imunisasi kejar ini dapat diakses secara gratis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Posyandu, Puskesmas Pembantu (Pustu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), dan Puskesmas.

Saat berkunjung, orang tua wajib membawa Buku KIA atau Kartu Imunisasi Anak untuk pencatatan riwayat medis yang akurat. Petugas kesehatan akan memeriksa status imunisasi dan memberikan vaksin yang diperlukan sesuai usia anak.

Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat bahwa masih ada sejumlah anak yang belum menerima imunisasi lengkap, terutama di daerah terpencil. Melalui BIKS, diharapkan tidak ada lagi anak yang terlewat dari perlindungan imunisasi. Program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan anak.

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan sosialisasi kepada orang tua tentang pentingnya imunisasi. Berbagai media, seperti brosur dan siaran radio, digunakan untuk menyampaikan informasi jadwal dan lokasi pelaksanaan BIKS. “Kami ingin seluruh orang tua di Jawa Timur memahami bahwa imunisasi adalah hak anak dan kewajiban kita untuk memenuhinya,” kata dr. Erwin.

Pelaksanaan BIKS juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencatatan imunisasi. Data imunisasi anak akan diintegrasikan ke dalam sistem informasi kesehatan daerah, sehingga pemantauan cakupan imunisasi dapat dilakukan secara real-time. Hal ini penting untuk evaluasi dan perencanaan program imunisasi ke depan.

Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap di provinsi ini terus meningkat setiap tahun. Namun, masih ada tantangan seperti mobilitas penduduk dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. BIKS diharapkan dapat menjangkau anak-anak yang selama ini terlewat.

Orang tua yang ingin memanfaatkan layanan BIKS dapat menghubungi puskesmas terdekat untuk informasi jadwal dan lokasi. Petugas kesehatan juga akan melakukan kunjungan ke posyandu secara terjadwal. “Jangan tunda imunisasi anak Anda. Segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau dr. Erwin.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup