Gubernur Koster Tinjau Taman Gumi Banten-Usadha Besakih, Tegaskan Komitmen Pelestarian Tanaman Upakara
Arahkan Penataan 800 Jenis Tanaman Upakara untuk Edukasi Spiritual dan Budaya
M-RADARNEWS.COM, BALI – Gubernur Bali, I Wayan Koster meninjau langsung Taman Gumi Banten dan Usadha, sebuah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Pemprov Bali, yang berlokasi di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Karangasem, Sabtu (25/10/2025). Peninjauan ini untuk memastikan pelestarian lebih dari 800 jenis tanaman lokal yang vital bagi upakara dan pengobatan tradisional (usadha) di Bali.
Taman seluas 4,2 hektar ini ditanami berbagai jenis tanaman lokal, termasuk cempaka, kenanga, majegau, kelapa mulung, kelapa daksina, kelapa gading, tanaman puspa dewata, dan jenis tanaman upakara lainnya.
”Tanaman yang tumbuh di sini adalah sumber utama bahan upakara di kompleks Pura Besakih sepanjang tahun. Dengan 118 jenis upacara rutin dilaksanakan di kawasan suci ini, keberadaan taman ini menjadi sangat penting dan strategis,” ujar Gubernur Koster.
Koster menekankan, bahwa penataan kebun ke depan harus dilakukan lebih tertata dan informatif, dengan pengelompokan tanaman berdasarkan jenis dan tema. Tujuannya adalah menjadikan taman ini “kebun edukatif yang hidup” di mana pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga memahami makna tanaman dalam upacara dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Pada kesempatan itu juga, Gubernur Koster mengarahkan agar dibuatkan blok-blok khusus, termasuk aturan pengambilan tanaman tertentu agar tidak dilakukan secara sembarangan.
Pembangunan taman ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usadha, dan Penghijauan. Kebijakan ini menjadi upaya Pemprov Bali melestarikan tanaman lokal yang berfungsi penting dalam kehidupan adat dan keagamaan.
Koster menegaskan, taman ini juga menjadi solusi atas kesulitan masyarakat dalam memperoleh tanaman langka untuk upacara keagamaan maupun pengobatan tradisional. “Tanaman lokal Bali semakin sulit ditemukan. Dengan adanya kebun ini, kita jaga agar warisan hayati dan budaya Bali tetap lestari dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Selain di Besakih, Gubernur membuka peluang mengembangkan taman serupa di wilayah lain di Bali. Saat ini, identifikasi sedang dilakukan terhadap tanah aset Pemprov yang memiliki ekosistem geografis yang mendukung. “Kalau memungkinkan, taman seperti ini akan kita tambah di lokasi lain agar pelestarian tanaman lokal semakin meluas,” kata Koster.
Inisiatif ini menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam menjadikan kelestarian alam dan budaya sebagai satu kesatuan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju kehidupan masyarakat yang sejahtera dan harmonis dengan alam. (yd/*)










