Pernyataan Lengkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sebelum Dilakukan Penahanan oleh KPK

Pernyataan Lengkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melalui video unggahan di kanal Youtube PDP Perjuangan. (Foto: tangkapan layar)

M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa sebagai warga negara yang taat hukum dirinya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan yang dijadwalkan pada Kamis, 20 Februari 2025.

Hasto menyatakan, bahwa dalam persoalan ini terdapat berbagai intimidasi dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan hukum yang dirasakan oleh dirinya dan para saksi lainnya bahkan dilarang berobat keluar negeri.

“Karena itulah, menghadapi berbagai intimidasi dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan hukum tersebut, kita semua harus berjuang dengan kepala tegak, kita harus berjuang menegakkan kebenaran agar keadilan yang sejati bisa diwujudkan,” ucap Hasto Kristiyanto.

Baca juga: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Terkait Kasus Suap dan Perintangan Penyidikan Harun Masiku

Berikut pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui video unggahan di kanal Youtube PDI Perjuangan sebelum menjalani penyidikan pada Kamis, 20 Februari 2025. Dan tepat di hari yang sama usai dilakukan penyidikan, KPK menahan Hasto terkait kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) DPR RI periode 2019-2024, dan perintangan penyidikan Harun Masiku (HM).

Seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai dan banggakan..

“Hari ini saya menuju ke Komisi Pemberantasan Korupsi dengan semangat yang menyala-nyala.
Mengapa? Sebab saya menjadi korban dari suatu proses politik hukum yang mencoba menggunakan kekuasaan untuk melakukan penindasan terhadap pihak-pihak yang kritis membangun demokrasi dan menegakkan konstitusi.

“Saya bukanlah pejabat negara, dan tidak ada kerugian negara terhadap persoalan ini. Tetapi, mengapa justru berbagai intimidasi dilakukan saudara Kusnadi, Tio, dan berbagai saksi lainnya mencoba untuk diintimidasi. Bahkan, untuk berobat ke luar negeri pun, saudara Tio dilarang hanya karena tidak mau menyebutkan nama saya.

“Karena itulah menghadapi berbagai intimidasi dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan hukum tersebut, kita semua harus berjuang dengan kepala tegak, kita harus berjuang menegakkan kebenaran agar keadilan yang sejati bisa diwujudkan dalam beberapa bulan ini.

“Saya, banyak bertemu dengan wartawan asing dan juga beberapa dubes yang menanyakan berkaitan dengan kegelapan demokrasi di Indonesia, berkaitan dengan penyalahgunaan aparatur negara untuk kepentingan elektoral yang seharusnya seluruh proses prosedural demokrasi tersebut sudah selesai.

“Dan saatnya kita membangun Indonesia Raya kita. Tetapi, mengapa intimidasi-intimidasi ini masih berlanjut! Karena itulah, saya tidak akan pernah diam, kita semua bergerak karena Republik ini dibangun dengan tetesan darah dan air mata dari para pahlawan bangsa yang tidak menginginkan Republik Indonesia menjadi seperti ini.

“Terus berjuang, bagaikan api perjuangan yang tak kunjung padam. Terima kasih.. Merdeka!

 

 

 


Editor: Boby YC
Tutup