Polisi Ubah Status AG Menjadi Anak Berkonflik dengan Hukum
JAKARTA, (M-RADARNEWS),- Polda Metro Jaya merubah status AG yang awalnya adalah anak berhadapan dengan hukum, kini meningkatkan statusnya menjadi anak yang berkonflik dengan hukum atas kasus penganiayaan anak petinggi GP Ansor berinisial D.
Penetapan tersangka itu dilakukan usai gelar perkara bersama antara penyidik, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ahli pidana, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jakarta Selatan.
“Ada perubahan status AG yang awalnya adalah anak berhadapan dengan hukum meningkatkan statusnya menjadi anak yang berkonflik dengan hukum,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Hengki Haryadi, di Polda Metro Jaya, Kamis (02/03/2023).
Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA Nahar menjelaskan, bahwa peningkatan status yang diberlakukan kepada AG akan diimbangi dengan pemenuhan haknya. Oleh karenanya, AG tetap akan mendapatkan pendampingan psikologis dan fisik.
“Jadi jangan sampai peningkatan status menjadi anak berhadapan hukum ini menjadikan hak-haknya, seperti pendidikan, jadi tidak terpenuhi,” ujar Deputi Nahar.
Dalam kasus ini, AG menyangkakan Pasal Pasal 76C juncto 80 UU Perlindungan anak dan/atau Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 356 ayat (1) KUHP subsider 354 ayat (1) KUHP juncto Pasal 356 KUHP lebih subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto 56 KUHP lebih subsider 351 ayat (2) KUHP. (red/tn)








