Atasi Risiko Luapan Air, Jembatan Tukad Biluk Poh Segera Diganti dengan Posisi Lebih Tinggi
M-Radar News, Denpasar – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali merencanakan penggantian Jembatan Tukad Biluk Poh di Kabupaten Jembrana, Bali. Jembatan baru tersebut akan dibangun dengan elevasi lebih tinggi sebagai langkah mitigasi terhadap potensi banjir dan material hanyutan dari hulu.
Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalur utama yang menghubungkan wilayah Bali bagian barat. Keberadaan Jembatan Tukad Biluk Poh dinilai strategis, karena menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali BBPJN Jawa Timur-Bali, I Made Mardita, S.T., M.T., mengatakan, bahwa kondisi jembatan yang ada saat ini relatif rendah sehingga berpotensi menghambat aliran air ketika terjadi hujan deras di kawasan hulu.
“Setiap kali musim hujan, air sudah hampir menyentuh girder (gelagar jembatan). Oleh karena itu, perlu dibangun jembatan yang lebih tinggi untuk antisipasi jika membawa material dari atas seperti pohon bambu atau pisang yang hanyut dan menyangkut di struktur jembatan,” ujar Mardita saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).
Bentang Jembatan Diperlebar
Dalam rencana teknis terbaru, jembatan pengganti akan memiliki bentang sekitar 60 hingga 70 meter atau lebih panjang dibandingkan jembatan eksisting. Selain itu, elevasi permukaan jalan akan dinaikkan sekitar 3,2 meter dari struktur jembatan saat ini.
Peningkatan elevasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bebas yang lebih besar di bawah jembatan, sehingga aliran air maupun material yang terbawa arus dapat melewati sungai tanpa mudah tersangkut pada struktur jembatan.
Jembatan baru juga direncanakan dibangun di sisi hulu dari jembatan eksisting. Penempatan tersebut mempertimbangkan aspek geometrik jalan, terutama untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Mardita, tikungan di sisi hilir jembatan dinilai terlalu tajam sehingga pembangunan di sisi hulu dianggap lebih aman dari sisi geometrik jalan.
Masih Tahap Pengusulan dan Pembebasan Lahan
Mardita menjelaskan, rencana penggantian Jembatan Tukad Biluk Poh saat ini masih berada pada tahap pengusulan, termasuk proses penilaian dan pembebasan lahan masyarakat yang terdampak pembangunan.
Kepastian anggaran maupun jadwal pelaksanaan konstruksi, kata dia, masih menunggu terpenuhinya sejumlah persyaratan administratif dan teknis, termasuk perizinan serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Selain itu, ketersediaan lahan juga menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelanjutan proyek tersebut.
Pemerintah mengajak masyarakat, khususnya pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan, untuk mendukung proses pembebasan lahan sehingga pembangunan infrastruktur vital tersebut dapat berjalan sesuai tahapan.
“Mari kita sama-sama bangun daerah ini dengan bersinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan masyarakat sangat penting agar proyek vital ini dapat terlaksana demi keamanan jalur utama Bali,” kata Mardita.
Pernah Lumpuh Akibat Banjir Bandang 2022
Jembatan Tukad Biluk Poh berdiri di atas aliran Sungai Bilukpoh dan menghubungkan Desa Penyaringan dengan Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Jembatan tersebut sebelumnya pernah mengalami gangguan serius akibat banjir bandang pada Oktober 2022. Saat itu, derasnya aliran air dari hulu membawa berbagai material, termasuk kayu gelondongan berukuran besar, yang menghantam dan menyangkut pada struktur jembatan.
Kondisi tersebut menyebabkan akses di sekitar jembatan lumpuh. Selain mengganggu konektivitas jalan utama, luapan air juga meluber ke kawasan permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.
Dengan rencana pembangunan jembatan baru yang memiliki bentang lebih lebar dan elevasi lebih tinggi, pemerintah berharap risiko gangguan akibat luapan air serta material hanyutan dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan keselamatan dan keandalan akses transportasi di jalur tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.














