Perbaikan Jalan Longsor Menuju Makam Sunan Muria Dikebut, Pemprov Jateng Targetkan Rampung 15 Desember

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen didampingi Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro meninjau langsung lokasi perbaikan, pada Rabu (4/11/2026). Foto: dok/kmf.

M-Radar News, Kudus – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), mempercepat perbaikan jalan yang terdampak bencana longsor di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jateng.

Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata religi Makam, dan Masjid Sunan Muria tersebut ditargetkan selesai diperbaiki pada 15 Desember 2026.

Baca juga:

Percepatan perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat memulihkan akses transportasi, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada kunjungan peziarah.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng, Henggar Budi Anggoro, meninjau langsung proses perbaikan jalan tersebut, pada Rabu (4/11/2026).

Dalam peninjauan itu, Taj Yasin meminta pelaksana proyek memaksimalkan pengerjaan, termasuk menambah jumlah tenaga kerja agar proses pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal semula.

“Kita upayakan supaya masyarakat yang ada di atas itu pariwisatanya bisa berjalan dengan baik. Ekonomi meningkat, karena bagaimana pun saat ini ekonomi yang paling utama bagi masyarakat,” kata Taj Yasin di lokasi.

Menurutnya, percepatan pemulihan jalan menjadi penting mengingat kawasan wisata religi Sunan Muria merupakan salah satu tujuan utama peziarah dari berbagai daerah.

Terlebih, memasuki bulan Rajab dan Syakban, jumlah kunjungan biasanya meningkat karena banyak rombongan peziarah dari pondok pesantren di berbagai wilayah Pulau Jawa datang ke makam Sunan Muria.

Taj Yasin mengungkapkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk mengoptimalkan pekerjaan. Jika sebelumnya penyelesaian ditargetkan paling lambat 25 Desember 2026, pihaknya meminta agar pengerjaan dapat dirampungkan lebih awal, yakni pada 15 Desember 2026.

“Kalau batasnya itu tanggal 25 Desember, kita minta maksimal tanggal 15 sudah harus selesai pengerjaan. Tadi kita sudah konfirmasi dengan pengembang, pekerjaannya bisa dimaksimalkan. Hari ini kita minta supaya ditambah pekerja,” ujarnya.

Percepatan pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Pengelola Makam dan Masjid Sunan Muria, Amnan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemprov terhadap pemulihan akses jalan yang menjadi penunjang utama aktivitas wisata religi.

Menurut Amnan, masyarakat Desa Colo, mulai dari pedagang, pengemudi ojek, hingga kelompok masyarakat lainnya sangat berharap perbaikan jalan dapat segera diselesaikan. Sebab, kondisi akses yang belum sepenuhnya pulih turut memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi warga.

“Kami atas nama warga masyarakat Desa Colo berharap, pembangunan di lokasi longsoran itu dipercepat. Mungkin bisa disiasati dengan penambahan tenaga kerja secara proporsional, karena selama ini kelihatannya tenaga kerjanya masih sedikit,” tutur Amnan.

Dia menjelaskan, percepatan perbaikan jalan sangat dinantikan karena masyarakat bersiap menghadapi peningkatan kunjungan peziarah pada bulan Rajab dan Syakban.

Baca juga:

Bahkan, sebut Amnan, ketika memasuki masa liburan pondok pesantren, rombongan peziarah yang datang dapat mencapai ratusan bus dari satu rombongan pondok pesantren.

Karena itu, Amnan berharap akses jalan sudah kembali nyaman dan lancar sebelum gelombang kunjungan peziarah meningkat. Dengan demikian, kendaraan yang menuju kawasan wisata religi tersebut tidak lagi terkendala sistem buka-tutup jalan akibat pekerjaan perbaikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang telah meninjau langsung lokasi. Tadi beliau juga memberikan arahan agar pekerjaan ini bisa diselesaikan pada pertengahan Desember,” harapnya.

Bagi masyarakat Desa Colo, pemulihan jalan tersebut bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian warga.

Aktivitas wisata religi Sunan Muria selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pedagang dan pengemudi ojek yang setiap hari melayani kebutuhan para peziarah.

Salah seorang pengemudi ojek di kawasan Makam Sunan Muria, Karsidi mengaku senang melihat proses perbaikan jalan yang terdampak longsor mulai berjalan. Dia berharap pengerjaan dapat segera diselesaikan, terutama sebelum intensitas hujan meningkat.

“Alhamdulillah, senang dibangun itu. Harapannya semoga cepat selesai,” kata Karsidi.

Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih membuat kendaraan harus melintas secara bergantian. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran perjalanan masyarakat maupun peziarah yang hendak menuju kawasan makam.

Sebagai pengemudi ojek yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut, Karsidi berharap akses jalan segera kembali normal sehingga pelayanan kepada peziarah dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman.

“Ya senang, karena sudah diperbaiki. Semoga cepat selesai,” tandas Karsidi penuh harap.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup