Anggota Komisi IX DPR RI Minta Evaluasi Layanan BPJS usai Ramai Nakes Nirempati
M-Radar News, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, peserta BPJS Kesehatan yang mengeluhkan lamanya waktu tunggu ruang perawatan.
Kejadian ini turut disoroti karena adanya komentar tidak berempati dari sejumlah oknum tenaga kesehatan terhadap keluhan tersebut di media sosial.
Haris menegaskan, bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi sistem pelayanan kesehatan, khususnya BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan etika profesi tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien, baik secara langsung maupun di platform digital.
Ia menekankan, bahwa pasien yang sedang berjuang melawan penyakit membutuhkan dukungan dan empati, bukan cibiran atau perundungan.
Menurut Haris, keluhan dari pasien harus dipandang sebagai masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. “Respons yang tepat bukanlah membalas dengan komentar negatif, melainkan mendengarkan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Haris meminta pemerintah, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelayanan, terutama soal lamanya waktu tunggu pasien untuk mendapatkan ruang perawatan. Pelayanan kesehatan idealnya memberikan kepastian, kecepatan, dan rasa aman bagi masyarakat.
Legislator fraksi PKS itu juga menyoroti pentingnya perbaikan dalam ketersediaan tempat tidur, tata kelola rujukan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan agar proses pelayanan menjadi lebih cepat dan berkualitas.
Selain itu, Haris mendorong organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan kesehatan untuk memperkuat pembinaan karakter, etika profesi, dan literasi bermedia sosial bagi tenaga kesehatan.
Ia mengapresiasi dedikasi mayoritas tenaga kesehatan yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati, namun menegaskan bahwa sikap tidak berempati dari segelintir oknum tidak boleh dibiarkan mencederai kepercayaan publik terhadap profesi ini.
Tragedi yang dialami Yurizal menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas atau keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari penghormatan terhadap martabat pasien.
Haris juga menekankan, bahwa pelayanan kesehatan yang baik harus menghadirkan empati dan rasa kemanusiaan agar pasien tidak merasa sendirian saat mencari pertolongan.
Dengan evaluasi dan perbaikan yang serius, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya yang difasilitasi BPJS, dapat terjaga dengan baik.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












